Siantar, hetanews.com - Keluarga dari Nd, siswi SMA Teladan yang mendapat luka sayatan, di wajahnya itu, sempat menghubungi via seluler terduga pelaku perampokan dan penganiyaan berinsial DS, seorang pria yang sudah beristri.

Hal ini dikatakan kakak korban, Iwel saat ditemui awak media, di Rumah Sakit Horas Insani (RSHI), tempat adiknya dirawat, Kamis (19/10/2017).

Diceritakannya, bahwa semenjak adiknya tidak ada kabar usai pulang les sore, di sekolahnya, kemarin, Rabu (18/10/2017), ia mendapat informasi dari rekan sekolah korban, bahwa adiknya dibawa pergi oleh DS.

Karena, sebelum pergi menghilang bersama DS, korban bersama dua rekannya sesama siswi SMA Teladan itu sempat menemui terduga pelaku, di depan minimarket Jalan Cokroaminoto, Kota Siantar.

"Pertama adikku ditelpon si (terduga) pelaku (DS). Mereka mau jumpa karena mau ngambil paket di Lorong 20. Adikku bilang gak mau sendiri, makanya dia bawa dua orang kawannya. Tapi si DS bilang sendiri aja," kata Iwel menceritakan kronologis dari pengakuan adiknya yang masih dirawat.

Nd sebelum mendapat penganiayaan.(Foto Facebook)

Saat bertemu itulah, DS membonceng korban dan dua teman korban mengikuti dari belakang. Namun, karena memang ada niatan busuk dari DS, ia memacu kencang sepeda motor milik korban untuk menghilangkan jejak dari dua teman korban.

Kedua teman korbannya itu sempat menghubungi korban dan korban menjawab, bahwa ia akan kembali dalam waktu singkat. Namun, ditunggu-tunggu, korban tidak kembali ditempat yang mereka janjikan. Nomor handphone (Hp) korban pun tak aktif.

Baca Juga: Wajah Penuh Luka, Siswi SMA Teladan Ditemukan Setelah Hilang 12 Jam

Baca Juga: Siswi SMA Teladan Nyaris Dibunuh Pria Inisial DS

"Sempat kami hubungi si DS itu. Tapi jawabnya, dia lagi di Batu VII (Kabupaten Simalungun). Kesanalah orang si abang (suami). Sampai disana, dia (DS) gak mau jumpa. Dihubungi, dibilangnya dia sudah di Kerasaan. Terus dihubungi lagi, dibilang dia sudah di Rindam. Berarti ngerjai dia itu,"tutur Iwel yang tampak raut wajah sedih akan kondisi adiknya.

Keluarga korban pun menghubungi-menghubungi terduga pelaku lagi. Dan, selalu jawaban DS ngalor ngidul. Kemudian, malam harinya, mereka menghubungi kembali DS,  didapati jawaban yang membuat khawatir.

"Waktu kami telpon, katanya 'Sudah kubunuh dia (Nd), kubuang di Tanjung Pinggir, di lahan-lahan kosong itu. Kalian carilah disitu,"tutur Iwel menirukan jawaban dari DS.

Keluarga bersama tetangga dan rekannya pun mencari korban hingga dinihari. Namun, tak kunjung ditemukan. Beruntung, pada esok harinya, sekitar pukul 06.00 WIB, warga Tanjung Pinggir menemukan korban.