HETANEWS.COM

Ibu Hamil Meninggal 4 Jam Menuju Puskesmas

Akses jalan yang sulit dan rusak.(foto/sofyan)

Labuhanbatu, hetanews.com - Akses jalan di Kecamatan Pesisir Pantai, Kabupaten Labuhanbatu, dikeluhkan sejumlah masyarakat karena menjadi hambatan dalam pemenuhan fasilitas pendidikan dan kesehatan.

Edy Syahputra Ritonga, warga  Sei Tawar, Kecamatan Panai Hilir, melalui akun facebooknya, Edy Syahputra, menceritakan ibu hamil yang mau melahirkan di Puskesmas atau Pustu didaerah tidak sempat tertolong hingga menghembuskan nafas terakhirnya. Warga tak mampu menyelamatkan si ibu hamil itu ke Puskesmas terdekat yang berada di Sei Berombang, Kecamatan Panai Hilir.

Padahal kata Edy, mereka membawa dengan alat tandu sang ibu selama empat jam. Hal itu terpaksa dilakukan karena jalan di dusun mereka tidak bisa dilalui kenderaan bermotor, sehingga dari beberapa kejadian terdapat diantaranya menyelamatkan ibu hamil untuk melahirkan namun meninggal ditengah perjalanan.

Anak sekolah terpaksa melewati titi darurat.(foto/sofyan)

Edy Syahputra Ritonga, dalam pesan di media Facebook “Kepada yth pejabat pejabat tinggi pemerintahan Kabupaten Labuhanbatu dan Dinas Kesehatan Anggota DPRD, pandanglah kami masyarakat Pantai ini kami bukan meminta makan yg kami harap kan hanya pembangunan di wilayah kami. Jangan hanya sebatas janji manis sebagai bunga hiasan bibir, inilah jalan umum di daerah kami di desa sei tawar menuju jalan ke kecamatan panai hilir, sudah 4 kali kami menandu pakai kain (memikul) ibu hamil yg mau melahirkan selama 4 jam  untuk mendapat kan pertolongan, sampai di puskesmas sei berombang dikarnakan  jalan hancur dan tidak bisa dilewati motor ada yg tidak bisa diselamatkan nyawa nya meninggal ditengah perjalanan. "Kapanlah kami mendapat kan keadilan dan kesejahteraan serta Fasilitas Kesehatan, pendidikan yang terdekat , sudah puluhan tahun kami alami seperti ini,,” tulisnya dalam status facebook

Status Edy Syahputra Ritonga yang diposting pada 15 Oktober 2017, pukul 18.00 WIB ini, menyertakan sejumlah foto akses jalan yang tampak berlumpur melewati dan sejumlah siswa-siswi  mau sekolah terpaksa melepaskan pakaian dan memakai baju yang lain agar tidak kotor kena lumpur.

Netizen mengharapkan Pemerintah turun ke lapangan dan cek ricek bagaimana kondisi daerah itu. Sehingga tujuan Labuhanbatu sejahtera dan mandiri tinggal slogan saja, prakteknya tidak. Rakyat menunggu pembangunan di daerah Sei Tawar Panai Hilir Labuhanbatu, khususnya jalan dan pusat kesehatan.

Penulis: sofyan. Editor: gun.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan