HETANEWS

Tigor Wong, Solois Asal Parapat yang Meniti Karir di Siantar

Solois asal Parapat Aldonson Tigor Dawolo yang dikenal dengan panggilan Tigor Wong mengenakan stelesan jaket bermotif ulos Batak saat manggung.

Siantar, hetanews.com- Beberapa tahun yang lalu, anak-anak muda di Kota Siantar terkenal dengan bakat serta potensinya di bidang musik.

Jumlah grup band di kota berhawa sejuk itu menjamur di setiap sudut kota selaras dengan arus permusikan yang diminati saat itu. Bagi orang yang tinggal di luar Siantar menyebut, kota kecil itu sebagai kotanya para anak-anak band yang tidak pernah lelah menggali potensinya. Namun, bagaimana nasibnya sekarang. Apakah Siantar benar mengakomodir anak-anak band?

Aldonson Tigor Dawolo mengenang masa-masa itu. Pria kelahiran Parapat, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Kabupaten Simalungun ini dikenal dengan kepiawaiannya bermain gitar dan bernyanyi.

Sebelumnya, Aldonson dan beberapa teman-temannya asal Parapat sempat membentuk band dengan nama Nomaden. Band bergenre blues dan slowrock itu akhirnya sering menapak dan manggung dibeberapa daerah termasuk Kota Siantar.

Sekarang, Aldonson tetap memilih jalur berkarir di dunia musik. Meski Nomaden yang dulu pernah menjadi aramadanya, akhirnya kandas begitu saja.

Saat ini, pria kelahiran 26 Agustus 1985 itu teranyar dengan panggilan Tigor Wong. Dia dikenal di kalangan anak-anak muda sebagai solois dan pencipta lagu. Dalam setahun belakangan ini, Aldonson ‘menelurkan’ beberapa lagu ciptaanya yang sempat menjadi hits yang banyak dinyanyikan oleh remaja.

Bulan Desember 2016 lalu, Tigor Wong juga menuliskan satu lagu ke dalam album perdana rohani, penyanyi cilik asal Siantar Debora Rosita Nainggolan. Lagu itu diangkat dengan bahasa Batak berjudul ‘Jalo Tangiang Nami’. 

Aldonson saat manggung bersama Nomaden Band.

Di tahun yang sama, Tigor Wong juga mengeluarkan hits perdananya yang berjudul ‘Holan Hata’. Penggodokan musiknya dibantu oleh Open Gurning dan Fozie Fho Herwawan sebagai Director, serta mempublishnya dalam bentuk rekaman indie. Untuk scene video klip Holan Hata, Wong mengambil sudut Kota Siantar dan Braga Resto & Bar sebagai latar. 

“Terus terang, saya sangat bangga melihat Siantar ini. Makanya saya memilih Siantar untuk meniti karir saya di dunia musik,” kata Tigor Wong, Minggu (15/10/2017).

Selanjutnya, ada beberapa lagu lagi yang sudah ditulisnya dalam versi bahasa Batak yang kini masih dalam tahap proses perekaman. Meski lagu lagu itu sudah beredar di sosial media seperti You Tube, Wong masih mendungkil syair syair lagu dan tempo yang akan diciptakanya. Masihol, Nunga Lam Suda Gogo Mi, Si Ganjang Dila dan Sip-sip Mangulokidan satu lagu Versi Indonesia dengan judul Bencana Cinta, kini sudah dinikmati lewat audio yang tersebar di sosial media. 

Tigor Wong menilai, musik Batak adalah satu genre yang harus dilestarikan di era masa kini. Dirinya mengakui, hal itu dikarenakan minimnya perhatian kaula muda terhadapat identitasnya dan lebih dominan mengikuti arus globalisasi era digital. 

Maka tidak jarang, Tigor pun mempopulerkan Etnic Batak dengan gayanya yang serba nyentrik, dengan paduan pernak-pernik ulos sebagai identitasnya saat manggung. “Semoga musik batak dan lagu lagunya semakin maju dan berkembang,” ujar Tigor, pengagum band papan atas asal Asal Irlandia,U2.

Wong, pria pemilik suara khas ini berharap Pemko Siantar dapat mengakomodir segala potensi yang tertanam dilubuk raga para anak anak muda. Terlebih, kembali meraih julukan Kota musik yang pernah disandang oleh Kota berhawa sejuk itu.

“Mudah-mudahan Pemko Siantar dapat menampung aspirasi para generasi muda. Diberi tempat kepada yang terbaik kepada kami,” ucap Tigor, pencipta lagu yang mampu meniru performa Axl Rose, Vokalis Band Hard Rock asal Los Anglees Guns N Roses ini. 

Lihat Video Tigor Wong Disini

Penulis: gee. Editor: aan.