Karo, hetanews.com - Ratusan warga pengungsi korban erupsi Gunung Sinabung, berteriak histeris setelah melihat Presiden RI Joko Widodo, tiba di lokasi Hunian Tetap (Huntap) Relokasi Siosar, Kecamatan Merek, Kabupaten Karo, sekira pukul 09.20 WIB, Sabtu (14/10/2017).

“Pak Presiden, Pak Jokowi, selamat datang di tempat kami ini. Pak di sini kami sudah senang, disini aman-aman saja,” teriak warga, dibarengi lambaian tangan tandanya gembira.

Sebelum melihat-lihat lokasi Huntap pengungsi dan kehidupan warga, Jokowi menyempatkan diri melihat galeri foto (dokumentasi) kejadian meletusnya Sinabung.

Sembari berjalan, Presiden Joko Widodo didampingi Kepala BNPB Willem Rampangiley, Pangdam I/BB Mayjen TNI Cucu Somantri, Kapoldasu Irjen Pol Paulus Waterpauw, Gubsu Tengku Erry Nuradi dan wakilnya Nurhajizah Marpaung , Bupati Karo Terkelin Brahmana dan wakilnya Cory Sebayang, menyempatkan diri mampir, di rumah nomor 37 yang dihuni pasangan Suruhen Surbakti (47) dan Rosmeri beru Ginting (45), warga pengungsi asal Desa Bekerah.

Dengan wajah sumringah, Rosmeri mempersilahkan orang nomor 1 RI ini masuk ke rumahnya. Di teras rumahnya, Presiden duduk di bangku kayu sambil berbincang-bincang, menyanyakan keadaan selama tinggal di Siosar. Begitu juga tanaman pertanian yang sudah ditanam dan berhasil.

Menyahuti pertanyaan dari Presiden, Rosmeri menjawab dengan spontan dan polos.”Macam-macam pak, ada kentang, ubi, cabe dan tomat. Semuanya sudah panen pak, kalau bisa salurkan lagilah bibit jeruk dan kentang. Kalau soal tinggal disini pak, kami sangat bersyukur sekali karena rumah dan lahan pertanian telah disediakan. Bujur Pak Jokowi, enggo reh kam kurumahku i Siosar enda (Terima kasih Pak Jokowi sudah datang ke rumahku di Siosar ini-bahasa daerah Karo-red),” ujarnya.

Usai bincang-bincang, Jokowi melanjutkan melihat-lihat situasi hunian tetap pengungsi asal 3 desa (Sukameriah, Simacem dan Bekerah) yang direlokasi tahap I di Siosar.