Simalungun, hetanews.com - Sumur bor milik Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Simalungun yang dibangun tahun 2016 silam di Huta V Nagori Silou Manik, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun, dinilai masyarakat sekitar menghambur-hamburkan keuangan negara.

Pasalnya, tidak bermanfaat karena dialokasikan persis di atas saluran pengairan persawahan. Padahal, fungsi sumur bor tersebut tak lain adalah irigasi bawah tanah yang airnya untuk mengairi lahan persawahan warga.

Salah satu warga Nagori Silau Manik, Kecamatan Siantar, Selasa (10/10/2017) mengatakan, bahwa setelah sumur bor itu rampung dibangun satu tahun silam, ternyata belum bermanfaat kepada masyarakat nagori.

"Sampai sekarang tidak pernah kami pakai sumur bor ini. Untuk apa, lihat abang lah, air tanaman padi sawah serba berkecukupan. Jadi untuk apa itu dibangun. Kan hanya buang anggaran," bilangnya kepada wartawan.

Menurutnya, adanya pembangunan sumur bor tersebut yang menggunakan keuangan negara melalui dinas terkait terkesan tidak memiliki perencanaan matang, sehingga usai dibangun langsung terbantarkan.

Sebelumnya, terkait maraknya persoalan pada realisasi proyek di Distan Simalungun ini, Jan Posman Purba yang sampai saat ini masih terus menjabat Kepala Dinas Pertanian (Kadistan), tidak pernah mau dikonfirmasi.

Diperparah lagi, seperti diutarakan oleh sejumlah Pegawai Negeri Sipil (PNS) di dinas pimpinannya, sejak istrinya, Juliana Saragih bergabung di Distan, soal pelaksanaan program pembangunan terkesan dijadikan dinasti keluarga.