HETANEWS

Luar Biasa! Bongkar Kasus E-KTP, KPK Gandeng FBI

Jubir KPK, Febri. (dok Okezone)

Jakarta, hetanews.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggandeng Biro Penyelidik Federal Amerika Serikat (AS) atau Federal Bureau of Investigation (FBI) untuk mengusut kasus korupsi pengadaan e-KTP.

Kerjasama itu bertujuan untuk mengumpulkan dan mencari bukti lainnya dalam kasus yang merugikan keuangan negara Rp2,3 triliun ini.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah mengungkapkan ada indikasi aliran dana kepada sejumlah pejabat di Indonesia yang sudah terungkap juga di proses persidangan di Amerika Serikat (AS). Bahkan, kata dia sebagian juga sudah terungkap di proses persidangan kasus e-KTP yang sedang berjalan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) di Indonesia.

"Informasi rinci belum bisa kami share ke publik karena ada beberapa informasi yang sifatnya teknis penyidikan tetapi benar KPK bekerja sama dan berkoordinasi dengan otoritas di beberapa negara, dengan AS kami lakukan kerjasama dengan FBI terkait dengan pengumpulan dan pencarian bukti karena ada bukti yang juga berada di AS," papar Febri di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Kamis (5/10/2017).

Sejauh ini, dikatakan Febri, pihaknya akan terus mendalami terkait dengan bukti yang sudah didapatkan di AS. Menurut Febri, sejumlah bukti yang dihasilkan dari kerjasama itu semakin memperkuat praktik korupsi e-KTP di Indonesia.

"KPK mendalami lebih lanjut aspek formalitas ataupun materil dari kasus e-KTP ini dan kami akan juga proses pihak lain, bukti dan kerja sama dari FBI itu menjadi salah satu faktor yang semakin memperkuat penanganan kasus e-KTP yang kami lakukan," tutup Febri.

Perkembangan terbaru dalam kasus ini, lembaga antirasuah kembali menetapkan Anang Sugiana Sudihardjo sebagai tersangka dalam kasus dugaan mega korupsi proyek pengadaan e-KTP, tahun anggaran 2011-2012 ini.

Tak hanya itu, KPK juga menetapkan anggota DPR, Markus Nari sebagai tersangka dalam kasus korupsi ini. Anang sendiri diduga secara bersama-sama dengan pihak-pihak lainnya yakni, dua pejabat Kemendagri, Irman dan Sugiharto, serta pengusaha pengatur tender proyek e-KTP, Andi Agustinus alias Andi Narogong dan anggota DPR, Markus Nari, melakukan korupsi proyek e-KTP.

Sumber: Okezone

Editor: gun.