HETANEWS

Reses Anggota DPRD Sumut, Ini Harapan Pemkab dan Masyarakat Asahan

Asisten I Pemkab Asahan, Taufik saat menyampaikan sambutannya di acara reses anggota DPRD Sumut dari PDIP.(foto/heru)

Asahan, hetanews.com - Reses anggota DPRD Sumut, Eddi Rangkuty, di kantor PDI- Perjuangan Kabupaten Asahan dihadiri Asisten I Pemkab, Taufik ZA, Selasa (3/10/2017).

Dalam sambutannya, Taufik mengatakan, Kabupaten Asahan yang terdiri dari 25 Kecamatan dengan 177 Desa yang jumlah penduduknya hampir 1 juta jiwa memiliki wilayah yang cukup strategis. Namun ada wilayah di Asahan yang bukan kewenangan Kabupaten, namun Provinsi .

"Kita sebagai perwakilan Pemkab Asahan, mengharapkan kerja sama yang baik untuk menuntaskan visi misi Asahan. Sehingga dengan reses ini, dapat mensinkronkan keputusan untuk pembangunan sejumlah wilayah di Asahan ini," ungkap Taufik.

Masih katanya, sesuai dengan RPJMD, ada dua termin yaitu, 12-13 dengan sistem tahapan tersebut. Artinya 12 kecamatan ini yang mendapat kue pembangunan di 4 pilar. Yakni, infrastruktur, kesehatan, pendidikan dan pertanian tahun 2017.

Lalu untuk 13 Kecamatan lainnya, mendapat 'kue' pembangunan di luar 4 pilar pembangunan, namun akan  kembali mendapatkan 4 pilar pada 2018 mendatang.

"Artinya, di 12 kecamatan off 4 pilar pada 2018, maka besar harapan kita peran serta DPRD Sumut, mensukseskan pembangunan di Asahan, khususnya bagi anggota DPRD dari Dapil Asahan," ungkap Taufik. 

Sementara itu, pada saat sesi tanya jawab yang diberikan kepada masyarakat, salah satu yang menghadiri, bernama Guntur Zass, meminta Eddi untuk benar-benar fokus membangun pelosok desa, di wilayah Asahan dan pembangunannya dengan mutu yang baik 

"Keseriusan DPRD  provinsi sangat penting untuk proses pembangunan terutama di desa –desa, khususnya pembangunan jalan. Di mana banyak pekerjaan yang selesai dikerjakan namun mutunya tidak bertahan lama," ujar Guntur. 

Baca Juga: Reses di Asahan, Anggota DPRD Sumut: Harus Jemput Bola

Guntur juga mengharapkan perhatian pihak DPRD Sumut untuk dunia pendidikan di tingkat menengah atas dalam hal fasilitas sekolah, pendidikan lanjutan untuk pengajar, kesejahteraan pengajar  yang menurutnya belum sejahera bila ingin meningkatkan mutu pendidikan. 

Menanggapi hal tersebut, anggota DPRD Sumut akan membawa masukan tersebut untuk dibahas di tingkat provinsi. 

"Ini lah yang dimaksud jemput bola itu  hingga kita mengetahui, apa saja yang perlu dibahas juga diperhatikan untuk kita bawa ke provinsi. Dan dapat dirasakan secara nyata bagi masyarakat di kabupaten Asahan ini," ujarnya. 

Penulis: heru. Editor: gun.