HETANEWS

Warga Parapat Penjual Bayi Diadili Terpisah

Empat terdakwa menyimak keterangan saksi, di PN Simalungun.(foto/ayu)

Simalungun, hetanews.com - Empat warga Parapat, masing-masing Ayu Fatma br Nababan (20), Wenderi Sigiro, Demsi br Manurung alias mak Riko dan Guntur Manihuruk, disidangkan dalam berkas terpisah, di Pengadilan Negeri (PN) Simalungun, Selasa (3/10/2017), terkait penjualan bayi.

Agenda persidangan sore itu, mendengarkan keterangan saksi Eva br Lubis yang sempat mengasuh sang bayi, beberapa hari dan mendapat uang pengganti sebesar Rp.500 ribu dari terdakwa Ayu Fatma.

Penjualan bayi itu, terungkap ketika terdakwa Ayu, pekerja di Cafe 64 hamil di luar nikah dan pacarnya tidak mau bertanggungjawab.

Merasa tidak mampu mengurus bayinya nanti, Ayu menceritakan hal tersebut kepada terdakwa Wenderi Sigiro yang sering datang minum, di tempatnya bekerja.

Terdakwa Sigiro, berjanji akan membantu Ayu, mencari orangtua yang ingin mengasuh anaknya melalui terdakwa Demsi br Manurung.

Hasilnya bayi laki-laki, lahir pada Minggu, 26 Maret 2017 sekitar pukul 09.15 WIB dan diasuh oleh saksi Eva br Lubis, menunggu pasangan Guntur Manihuruk dan Elisabeth Silalahi yang tidak mempunyai anak dan tinggal di Sumatera Barat. 

Pasangan ini mengutus M br Siringoringo warga Tebingtinggi menemui Demsi br Manurung untuk mengambil anak tersebut dengan biaya Rp 12 juta.

Meski kesepakatan sang ibu yakni, terdakwa Ayu, menjual anaknya melalui Sigiro Rp 10 juta, namun Demsi mengambil keuntungan menjadi Rp 12 juta.

Setelah menerima uang dari orang suruhan Guntur, Rp 12 juta, terdakwa Demsi, menyerahkan kepada terdakwa Sigiro Rp 10 juta, lalu mengambil Rp 2.500.000 dan sisanya Rp 7.500.000 diserahkan kepada terdakwa Ayu yang telah melahirkan bayinya.

Uang tersebut dimanfaatkan terdakwa Ayu membeli ponsel, kalung dan gelang emas yang dijadikan barang bukti, di persidangan serta sisa uang Rp 307.000.-

Tim JPU Nova Miranda dan Julita Nababan, menjerat terdakwa dengan pasal I ke 68 yaitu pasal 83 UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Keterangan saksi Eva, dibenarkan oleh para terdakwa.

Untuk keterangan terdakwa, majelis hakim Roziyanti, Justiar Ronald dan Nasfi Firdaus, menunda persidangan hingga Selasa mendatang.

Penulis: ay. Editor: gun.