Siantar, hetanews.com - Turunnya surat DPP Partai Demokrat terkait pergantian Ketua DPRD Siantar, Eliakim yang saat ini masih menjabat sebagai Ketua DPRD, mengaku akan mempertanyakan soal pergantiannya tersebut dan dirinya meminta waktu untuk hal tersebut. 

Eliakim yang bertemu dengan hetanews, di ruang ketua DPRD, Senin (2/9/2017) menyebutkan, bahwa dirinya sampai saat ini masih belum mengetahui apa kesalahannya. "Aku enggak tau apa salah ku. Bayangkan saja, penjahat sekali pun tahu, dia salah apa. Ini aku tidak. Jadi kasihlah dulu aku waktu menanyakan itu," sebutnya. 

Ditanya, apakah dirinya pernah menerima teguran, baik itu dari DPC Partai Demokrat Kota Siantar, DPD Partai Demokrat Sumut, atau DPP Partai Demokrat, Eliakim, mengaku hingga surat pelengserannya dari Ketua DPRD Kota Siantar dibaca olehnya, dirinya belum pernah dipanggil. "Itulah makanya, aku mau menanyakan apa salah ku biar ada rasa puas," katanya. 

Eliakim juga menyebutkan, tujuan dirinya mempertanyakan itu agar dia dapat mempertanggungjawabkan kepada konsituennya. "Nanti aku dibilang bodo kali, aku engga tahu salah ku, aku jugakan perlu mempertanggung jawabkan kepada pemilih ku," ucapnya. 

Eliakim, mengaku dirinya pasrah terkait jabatannya saat ini kalaupun harus diganti, namun dia perlu mengetahui apa kesalahannya. "Aku juga engga mau memaksakan, ku terimanya kalau aku diganti, tapikan perlu aku tahu apa alasannya, kalaupun nanti kata DPP, sudahlah diganti, ku terimanya," sebutnya. 

Ditanya, apakah surat tersebut tidak diberikan kepadanya, Eliakim, mengaku tidak menerima surat tersebut. "Aku bacakan karena surat ini dituju ke lembaga jadi dikasi Sekertaris Dewan (Sekwan) lah sama ku makanya aku tahu, makanya akupun bingung. Seharunsya, aku sebagai kader ditembuskanlah maunya surat itu sama ku, aku kan kader partai, apalagi aku yang mau diganti, "katanya. 

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Fraksi Demokrat, Ronal Tampubolon. Dirinya juga tidak menerima surat. "Sama kamipun engga ada. Kami tau yah dari Sekretariat dewan, kalau enggak mana tau kami. Yah harusnya kami dikasih tah\ulah minimal," ujarnya.