HETANEWS

Besok, Ada Pementasan Sastra di FKIP HKBP Nommensen Siantar

Suasana mahasiswa di kampus FKIP HKBP Nommensen Siantar saat belajar di bawah pohon rindang.(foto/hug)

Siantar, hetanews.com - Siang itu, beberapa orang mahasiswa sibuk menyiapkan meja dan kursi. Mereka mengambilnya dari dalam ruangan dan memindahkan keluar.

Meja dan kursi tersebut diletakkan persis di bawah pohon yang sering ditongkrongi  mahasiswa sebelum masuk perkuliahan.  Di atas meja tadi berserak berbagai macam buku. Tapi yang paling banyak, diantaranya adalah novel.

Eko Siahaan, salah seorang mahasiswa jurusan Bahasa Indonesia di FKIP HKBP Nommensen Siantar dan beberapa orang temanya, menggagasi sebuah komunitas yang mereka namai Gubuk Karya Nommensen. 

Buku - buku itu adalah upaya mereka untuk mengajak mahasiswa/i untuk kembali mengenal literasi.

Selain itu, mereka juga mengajak para mahasiswa untuk ikut bergabung dalam pertunjukan Taman Sastra yang diselenggarakan besok, Jumat (29/9/2017) sekira pukul 15.00 WIB,  di Auditorium Kampus FKIP HKBP Nommensen Siantar, Jalan Sang Naualuh, Kota Siantar.

Sebagai penggagas Gubuk Karya Nommensen, Eko menjelaskan, kalau even perdana besok akan menampilkan berbagai ragam kegiatan. Misalnya, penampilan baca puisi, cerpen, pementasan drama, dan musikalisasi puisi.

“Selama ini kita fokus cuman belajar di kampus. Nah, dengan adanya komunitas ini, kita menyalurkan kreatifitas kita di sana. Dan harapannya, even ini akan kami lakukan secara berkelanjutan,” jelas Eko mahasiswa berambut gondrong ini, Kamis (28/9/2017).

Kata Eko, dia dan teman-teman sekomunitasnya menggagas even itu dengan upaya sendiri tanpa bantuan dari pihak kampus ataupun donasi dari luar.

Mereka memprakarsai kegiatan ini dengan menjajakan hasil kreatifitas mereka sendiri, semisal kaos  sablonan dan stiker. Segala sesuatu yang berkaitan dengan even nantinya, merupakan hasil jerih payah mereka.

Gubuk Karya Nommensen ini hadir berupaya untuk  mendongkrak  semangat kaula muda dan mahasiswa untuk membaca. Baik itu karya sastra serta menjadi wadah berbagai kreatifitas seni yang dimiliki mahasiswa dan pemuda.

Untuk itu, mereka juga menampung sumbangan, berupa buku bagi siapapun yang punya keinginan untuk membudayakan membaca sebagai terang kehidupan.

Penulis: gee. Editor: gun.