HETANEWS.COM

Tunggakan Rp 3 Miliar, PDPHJ ‘Tuding’ Akibat Pedagang Tak Bayar Kewajiban

Tampak dagangan ayam di Pasar Horas sepi pembeli.(foto/res)

Siantar,  hetanews.com - Tunggakan retribusi pedagang di Perusahaan Daerah Pasar Horas Jaya (PDPHJ) Kota Siantar ditaksir mencapai besaran Rp 3 miliar.

Direktur Keuangan PD PHJ, Agustina Tampubolon mengatakan, tingginya angka tunggakan disebabkan adanya penyesuaian tarif kios yang sempat dikomplain pedagang.

Terhitung sejak tahun 2008 hingga 2014, piutang tunggakan retribusi dikatakannya diperkirakan sebesar Rp 1,2 miliar. Besaran itu diambil dari retribusi yang seharusnya sebesar 1,8 miliar hanya terealisasi Rp 600 juta lebih.

Sedangkan di tahun 2017 ada penyesuian (tarif) sesuai peraturan yang ada yakni besarannya diatur sesuai lokasi dan kelasnya, tunggakan sebesar Rp 2,4 miliar dan terealisasi sebesar Rp 140 juta lebih.

Banyaknya pedagang yang tidak membayarkan kewajibannya pasca penetapan tarif baru menurut Direktur Keuangan lantaran adanya pengaruh dari aliansi pada saat itu.

"Masalahnya seperti ini, semua juga mengetahui itu setelah penyesuaian itu kan ada komplain kemarin. Ada sempat tidak enak dengan AP2T atau aliansi, tapi setelah itu mungkin mereka (para pedagang) sudah menyadari akhirnya sudah ada yang membayar. Justru awalnya mereka (aliansi) mempengaruhi agar pedagang tidak membayar (retribusi)," kata Agustina kepada hetanews, Rabu (27/9/2017).

Data perusahaan pelat merah mencatat setidaknya ada 5.815 kios yang terdaftar. Agustina menyampaikan, dalam waktu dekat perusahaan akan melakukan penyegelan terhadap kios pedagang.

"Dalam waktu dekat kami mencari solusinya akan melakukan penyegelan. Itu dilakukan bukan hanya karena (pedagang) tidak membayar retribusi kemarin tapi yang ada dalam peraturan dalam setahun akan dilakukan 2 kali penyegelan," ujarnya.

Ia menampik perusahaan yang dipimpin Setia Siagian tidak mensosialisasikan penyesuaian tariff, sehingga pemilik kios atau pedagang enggan membayar kewajibannya. Namun memang adanya pengaruh terhadap pedagang di sana. 

"Bukan hanya sosialisasi lagi bahkan mereka sudah komplain tidak mau bayar, tapi mungkin aliansi sudah menyadari karena itu kan kesalahan yang fatal sebenarnya. Karena itu (penyesuaian) sesuai peraturan. Dan, besarannya itu paling terendah di Indonesia untuk kontribusi pasar," ujarnya. 

Agustina menjelaskan penyegelan baru akan dilakukan setelah adanya teguran 1, 2 dan 3. "Tapi kalau mereka mau bayar ramai-ramai tidak perlu dilakukan penyegelan," imbuhnya.

Penulis: bt. Editor: aan.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan