Labuhanbatu, hetanews.com - Perdagangan margasatwa  yang dilindungi Undang-Undang (UU) marak di pesisir pantai, tepatnya di Kecamatan Panai Hulu dan  Kecamatan Bilah Hilir, Kabupaten Labuhanbatu.

Pemerintah melahirkan regulasi dimaksud guna menciptakan perlindungan sistem penyangga kehidupan, ditujukan bagi terpeliharanya proses ekologis yang menunjang kelangsungan kehidupan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mutu kehidupan manusia.

Serta sistem penyangga kehidupan, merupakan satu proses alami dari berbagai unsur hayati dan non hayati yang menjamin kelangsungan kehidupan makhluk hidup.          

Dua hal yang menjadi tujuan regulasi itu tertuang dalam UU Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, serta  Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa, justru tidak diindahkan.           

Anehya, perdagangan margasatwa yang banyak berasal dari areal perkebunan itu pun marak, disebabkan minimnya kontrol dari pihak-pihak yang berkompeten.           

Salah seorang 'makelar' margasatwa, Agus, warga Desa Sidomulyo, Kecamatan Bilah Hilir, ketika dikonfirmasi, beberapa waktu lalu, kepada wartawan mengaku dirinya membeli berbagai jenis margasatwa yang dilindungi pemerintah.         

“Benar, saya beli ular, biawak, penyu yang dijual warga,”ungkap Agus.

Menanggapi maraknya perdagangan margasatwa dipesisir pantai Labuhanbatu, Ketua  Yayasan Konservasi Bumi Lestari Indonesia Kabupaten Labuhanbatu, Haray Sam Munthe melalui selulernya, Senin (25/9/2017) mengatakan, perusahaan perkebunan harus bertanggung-jawab terhadap satwa-satwa yang ada didalam areal perkebunannya serta berkewajiban membuat hutan mikro sebagai rumah bagi berbagai jenis satwa  serta melakukan pendataan, monitoring serta patrol terhadap satwa yang ada didalam areal kebun.   

“Perusahaan harus bertanggungjawab terhadap keberlangsungan berbagai jenis satwa serta berkewajiban buat hutan mikro,” terang penggiat lingkungan itu.

Pihaknya berharap, Polres Labuhanbatu melakukan tindakan terhadap para pelaku perniagaan satwa yang sedang terjadi guna menghindari kepunahan spesiesnya.          

Kanit Ekonomi Polres Labuhanbatu, Iptu Gali Ramadhan ketika dimintai komentar melalui selularnya, Selasa (26/9/2017) kepada wartawan mengatakan, pihaknya akan menindak lanjuti.

Ia mengaku masih di Medan, namun akan segera pulang karena tugas-tugas yang sudah menanti. “Saya masih di Medan, malam ini pulang, akan ditindaklanjuti, makasih infonya, pak,”katanya mengakhiri.          

Sebagaimana diketahui, para makelar margasatwa itu sudah lama beroperasi, seperti yang berada di Kelurahan Negeri Baru, Dusun Bangun Sari, di Desa Negerilama Seberang, Dusun Alfajar, Kecamatan Bilah Hilir juga di Simpang Ajamu, Kecamatan Panai Hulu, diketahui berinisial A.