HETANEWS

Ibu Pembunuh Bayinya Pakai Celana Dalam Diserahkan ke Kejari Simalungun

Tersangka Rolasni boru Sitorus yang tega membunuh bayinya. (foto/ayu)

Simalungun, hetanews.com -  Berkas perkara seorang ibu tersangka pembunuh bayi, hasil hubungan gelap, yakni Rolasni boru Sitorus alias Opung Royani (42), warga Huta VI Pondok II, Nagori Buntu bayu, Kecamatan Hatonduhan, diserahkan Polsek Tanah Jawa ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Simalungun, Rabu (27/9/2017).

Demikian dikatakan Kasi Pidum, Novriadi Andra kepada wartawan, fi kantornya.      

Menurut Novri, jaksa yang menangani perkara tersebut adalah Julita Nababan. Tersangka sudah menjanda selama 7 tahun, setelah ditinggal mati suaminya dan sudah mempunyai 6 orang anak dan bercucu.

Diduga tersangka merasa malu jika harus memelihara bayi yang dilahirkannya hasil hubungan gelap dengan seorang pria DS yang sekampung dengannya, sehingga nekat membunuh bayinya yang baru lahir.         

Perbuatan itu dilakukan pada Senin, 29 Mei 2017, pukul 11.00 WIB, di perladangan kelapa sawit milik tersangka di Buntu Bayu.

Siang itu, tersangka sudah merasakan sakit perut, pertanda akan melahirkan. Lalu berangkat menuju perladangan kelapa sawit miliknya, di Kampung Buntu Bayu.

Tanpa dibantu siapapun, tersangka berhasil mengeluarkan bayinya. Fan langsung mencekik leher sang bayi hingga tak bernyawa.

Bahkan menurut pengakuannya ke penyidik, untuk memastikan bayinya sudah tewas, lalu menyumpalkan celana dalam milik tersangka ke mulut bayi laki-laki yang baru dilahirkan itu.          

Mayat sang bayi malang itupun dimasukkan tersangka ke dalam karung pupuk yang sudah ia persiapkan dan menguburkannya di bawah pohon kelapa sawit milik tersangka.

Warga yang merasa curiga melihat gerak-gerik tersangka yang perutnya sudah tidak buncit lagi, segera melaporkannya ke polisi.

Kepada polisi, tersangka mengakui kalau bayi yang ia lahirkan sudah dibunuh dan ditanam di ladang miliknya.            

Perbuatan tersangka dijerat dengan pasal 342 KUH Pidana subsider pasal 341 KUH Pidana atau kedua pasal 1 ke 65 yo pasal 80 ayat (4) UURI No 35 Tahun 2014 Tentang Perubahan UU RI No 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak.              

"Berkas perkara ini segera kami limpahkan ke PN Simalungun untuk disidangkan," sebut Julita Nababan.

Penulis: ay. Editor: gun.