Simalungun, hetanews.com- Dalam melancarkan pembangunan infrastruktur dan pelayanan kepada masyarakat, Pemerintah Kabupaten dan Pemerintahan tingkat Desa atau Nagori haruslah berjalan dengan selaras.

Ini agar yang diharapkan untuk pembangunan dapat berjalan dengan baik dan dinikmati oleh masyarakat itu sendiri.

Sebuah Nagori di Kecamatan Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun yang letaknya paling ujung adalah Nagori Mekar Mulia. Nagori yang terdiri dari lima Dusun ini sebelumnya baru saja mengalami pemekaran.

Karsit (51) yang menjabat sebagai Sekdes (Sekretaris Desa) di Nagori Mekar Mulia mengatakan hal demikian.

Selama ikut dalam menjalankan pemerintahan Nagori, Karsit mengapresiasi kinerja Bupati Simalungun JR Saragih yang banyak memberikan perhatian kepada penduduknya. Misalnya, bantuan bedah rumah yang berlangsung sekitar tahun 2014 silam dan pembangunan infrastuktur jalan. 

"Kalau gak salah, sekitar tahun 2013 atau 2014, Pemkab Simalungun berikan bantuan bedah rumah disini. Kami usulkan sekitar 40 an rumah, yang terealisasi 36 rumah. Masing-masing rumah dapat dana Rp 6 juta untuk perbaikan," ujar Karsit, Selasa (26/9/2017).

Sesuai dengan himbauan Bupati Simalungun dalam penyaluran Anggaran Dana Desa (ADD) di masing-masing Nagori agar memprioritaskan pembangunan infraatruktur jalan pedesaan dan jalan usaha tani.

Nagori Mekar Mulia yang dijabat saat ini oleh Hendri Kristianto sebagai Pangulu juga bersedia melaksanakan arahan Bupati tersebut.

Kata Karsit, penyaluran ADD tahap pertama tahun ini sepenuhnya dilakukan untuk pembangunan jalan pedesaan, lorong dan jalan usaha tani. Selebihnya pelayanan kesehatan seperti pengadaan meja dan kursi untuk pemberdayaan Posyandu.

"Yang 60 persen penyaluran ADD tahun ini, kita buat 4 titik bangunan rabat beton. Ada jalan usaha tani, jalan pedesaan, jalan lorong. Seperi jalan Huta II menuju Mekar Mulia. Sekarang masih tahap pengerjaan. Ini bukan hanya sekali direncanakan, tapi akan dilakukan setiap tahun," terang Karsit yang ditemui di Kantor Nagori Mekar Mulia.

Pembangunan jalan pedesaan tersebut memang benar masih dalam tahap pengerjaan. Itu terlihat dari proses pengerjaan di salah satu titik pembangunan jalan rabat beton yang sedang dikerjakan di Nagori Mekar Mulia.

Salah seorang pekerja tiba-tiba mengutarakan kerisauannya atas proses pembangunan jalan tersebut.

"Sudah berkali-kali saya bilang, tapi gak diperdulikanya. Masa perbandingan pasir dan semen tidak sebanding. Pembangunan jalan itu sekarang kebanyakan pasir. Saya yakin sebentar sajanya jalan ini. Sebentar lagi pun ini sudah rusak ," ketus salah seorang pekerja yang sedang membawa beko.

Pria itu mengaku bermarga Sirat. Dia adalah penduduk setempat sekaligus bekerja sebagi buruh harian untuk pembangunan jalan itu. Kata pria berkulit hitam ini, pembangunan jalan itu lebih banyak pasir dibanding semen. Padahal dirinya sudah berungkali mengingatkannya.

"Saya juga orang sini, kalau jalan ini rusak warga juga yang rugi. Ini kan uang pemerintah jangan dibuat begitulah. Lihatlah, Pangulu juga ikut kerja. Saya rasa ikut juganya dia jadi buruh harian disini," katanya sambil berlalu mendorong bekonya.

Amatan di lokasi, Hendri Kristianto sibuk bekerja mengenakan kaos putih memakai celana panjang. Sangkin seriusnya mencampur aduk semen dan pasir, Hendri tidak menghiraukan kedatangan awak media. 

Mirisnya perhatian yang diberikan JR Saragih di Nagori Mekar Mulia tak sebanding dengan yang dilakukan Pangulu. Harusnya pengerjaan pembangunan dengan menggunakan anggaran dana desa lebih mengutamakan kualitas dan tak terkesan asal jadi seperti kekhawatiran warga.