HETANEWS.COM

Gabungan Masyarakat Islam Resmi Laporkan Oknum Guru ke Polres Sergai

Puluhan warga yang tergabung dalam gabungan masyarakat islam menuju ruang SPK Polres Sergai.(foto/sutrisno)

Sergai, hetanews.com - Gabungan Masyarakat Islam didampingi Lembaga Bantuan Hukum Tanah Bertuah (LBH-TABAH) Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), resmi melapor ke Polres Sergai dengan nomor laporan polisi LP/279/IX/2017/SU/Res Sergai tanggal 25 september 2017 terhadap seorang oknum Guru SMP Negeri 1 Sei Rampah, M Siahaan (47) yang telah melakukan penistaan agama Islam, Senin (25/9/2017) sore.

Direktur LBH-TABAH Sergai, sekaligus Ketua Tim Bag Khusus Tim Pembela Islam (TPI), Awaluddin Rangkuti didampingi Sekretaris Yudi mengatakan, bahwa LBH-TABAH Sergai mendampingi Gabungan Masyarakat Islam mengadukan oknum guru SMP Negeri 1 Sei Rampah  bernama M. Siahaan yang telah melakukan penistaan agama islam dengan cara menghina cara ibadah umat Islam kepada salah satu muridnya yang terjadi pada  Kamis, 10 Agustus 2017 sekira pukul 12.45 WIB, di ruangan kelas IX-5 SMP Negeri  1 Sei Rampah.

Dengan pernyataan “Sudah ketemu Tuhan kau tadi? Kalau kami sembahyang ketemu Tuhan. Untuk apa kau nungging-nungging kalau gak ketemu Tuhan”.

“Pada Senin (25/9/2017) LBH-TABAH Sergai bersama Gabungan Masyarakat Islam beserta korban atas nama Yusri (14) dan ayahnya Herwan (36), warga Dusun VIII Pelintahan Desa Sei Rampah, Kecamatan Sei Rampah sudah resmi melaporkan oknum guru tersebut,” terang  Awaluddin.

Atas dasar tersebut, lanjut Awaluddin, pihaknya dari LBH-TABAH Kabupaten Sergai telah membentuk Tim Pembela Islam (TPI) yang terdiri dari profesi advokat muslim di Sergai akan mengawal jalannya proses hukum di tingkat penyelidikan, penyidikan, penuntutan maupun persidangan di pengadilan hingga mendapat putusan yang mempunyai hukum tetap (in kracht van gewijd).

Ditambahkan Awaluddin, LBH-TABAH Sergai juga mengharapkan semua pihak agar dapat menahan diri untuk tidak melakukan tindakan-tindakan yang tidak sesuai dengan ketentuan hukum dan perundang-undangan yang berlaku.

"Kami juga mengharapkan para penegak hukum (Kepolisian dan Kejaksaan) agar secepat mungkin memproses pengaduan tersebut secara transparan dengan prinsip praduga tidak bersalah," tandasnya. 

Sementara menurut surat pernyataan sikap nomor 21/DP MUI/SR/IX/2017 DP Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Sei Rampah telah menggelar rapat untuk menyatakan sikap terkait hal tersebut, pada hari Jumat, 15 September 2017.

Dengan hasik keputusan, bahwa DP MUI Kecamatan Sei Rampah, membuat pernyataan sikap sebagai berikut, 1. Kalimat yang dilontarkan M. Siahaan tersebut, menurut penilaian DP MUI Kecamatan Sei Rampah adalah merupakan penistaan terhadap agama Islam.

2. Sesuai informasi yang diperoleh dari masyarakat, bahwa kejadian ini bukan yang pertama kali tetapi sudah berulang kali dilakukan M.Siahaan, ini berarti kalimat yang disampaikan kepada muridnya atas dasar kesengajaan, dan bukan kesilapan ataupun candaan. 3. Sesuai dengan tuntutan masyarakat agar kasus ini diproses sesuai dengan hukum yang berlaku, maka DP MUI Kecamatan Sei Rampah mendukung sepenuhnya dengan pertimbangan menjaga, jangan sampai terjadi konflik antar agama. Dan yang ke 4, kebijakan lebih lanjut, DP MUI Kecamatan Sei Rampah meneruskan sikap ini kepada DP MUI Kabupaten Sergai. 

Demikian pernyataan sikap tersebut, secara resmi diperbuat dan telah ditanda tangani Ketua DP MUI Kecamatan Sei Rampah, M Tamlih Nasution serta Sekretaris Irham Lubis.

Penulis: sutrisno. Editor: gun.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan