Tanjungbalai, hetanews.com - Polres Tanjungbalai berhasil menggagalkan kasus perdagangan orang (human trafficking ) yang akan diperkerjakan di Malaysia melalui Pelabuhan Teluk Nibung.

Petugas juga turut mengamankan seorang agen yang merekrut calon Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal tersebut .

Kapolres Tanjungbalai, AKBP Tri Setyadi Artono mengatakan, awalnya petugas Kepolisian bertugas di Kesatuan Pelaksana Pengamanan Pelabuhan atau KP3 mencurigai gerak gerik seorang lelaki yang diketahui bernama Adian Supriadi warga Jalan Lugu Lingkungan III Sendang Rejo, Kabupaten Langkat.

“Petugas pun mengamati aktivitas target yang selalu berdampingan dengan penumpang yang hendak ke Malaysia. Karena mencurigakan, petugas menghampiri target beserta 4 orang calon penumpang dan membawa mereka ke Polsek Teluk Nibung untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut,” ujar Tri Setyadi, Senin (25/9/2017).

Sejumlah barang bukti yang diamankan petugas.  (foto: Ferry)

Saat petugas Polsek Teluk Nibung menginterogasi keempat penumpang, terungkaplah bahwa mereka dijanjikan akan diperkerjakan sebagai TKI di Malaysia oleh Adian Supriadi.

Lebih lanjut Kapolres menjelaskan, bahwa para calon TKI diiming-imingi oleh tersangka akan diperkerjakan di sektor restoran dan perkebunan. Namun dengan syarat, mereka harus menyetorkan biaya administrasi kepada sang agen seperti pengurusan paspor dan tiket pemberangkatan sebesar Rp 3,5-4 juta sesuai dengan jenis pekerjaan.

Karena desakan ekonomi dan iming- iming dari tersangka, para calon TKI ini pun menyanggupi dan membayar biaya yang diminta tersangka.

Bukannya pekerjaaan yang mereka dapat, malah harus berurusan dengan polisi karena telah menyalahi aturan yang ditetapkan pemerintah sebagai TKI yang sah dari sisi Undang-Undang (UU).

Agen TKI dan keempat calon TKI yang diamankan.  (foto: Ferry)

Kini para korban agen nakal ini yakni Idris (44 ) warga Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang, Azmain (24 ), Ahmadsyah (28 dan Bambang Syaputra (24) ketiganya warga Jalan Abadi Desa Pertumbukan Kabupaten Langkat masih menjalani pemeriksaan di Satuan Reskrim Polres Tanjungbalai. Selain itu, polisi juga menyita 4 pasport calon TKI tersebut.

Sementara itu, Adian kepada petugas mengakui bahwa dalam merekrut calon TKI ini dirinya tidak sendirian dirinya berkerjasama dengan seseorang wanita bernama Evi yang berada di Malaysia.

Sang agen di Malaysia menjanjikan dirinya upah sebesar RM 1500 atau sekitar Rp 4,5 juta per orang apabila berhasil mengirim calon TKI tersebut. Selanjutnya pihak Polres akan melakukan kordinasi dengan pihak imigrasi Tanjung Balai untuk proses lebih lanjut.