Tanjungbalai, hetanews.com - Akibat salah dalam pergaulan dan suka bermain judi game online, tiga anak baru gede atau ABG, terpaksa berurusan dengan polisi.

Pasalnya, mereka ketahuan melakukan pencurian dan membobol ATM milik 'mangsa' nya.

Kapolres Tanjungbalai, AKBP Tri Setyadi Artono melalui kasat Reskrim, AKP Heri Sofyan, membenarkan kejadian tersebut. Kejadian berawal pada Senin (18/9/2017) sekira pukul 23.00 WIB.

"Korban yang berboncengan dengan anaknya yang masih balita mengendarai sepeda motor matic, bermaksud hendak membeli pulsa, tidak jauh dari rumahnya," terang AKP Heri Sofyan.

Korban meletakkan dompetnya, di jok depan sepeda motornya dan saat akan membayar pulsa, korban Rupiyanti (38), warga Pematang Sei Baru ini, baru menyadari kalau dompetnya berada di jok sepeda motor tersebut.

Korban terkejut karena dompetnya telah raib, disambar oleh tersangka yang telah mengikutinya. Di dalam dompet tersebut, berisi uang tunai Rp150 ribu dan kartu ATM BRI.

Kasat Reskrim Polres Tanjungbalai, AKP Heri Sofyan, memperlihatkan barang bukti.(foto/ferry)

"Selanjutnya pada esok harinya, Selasa (19/9/2017), korban mendatangi Bank BRI Teluk Nibung untuk memblokir ATM nya," kata Heri.

Namun alangkah terkejutnya korban, ketika pihak BRI mengatakan, bahwa uang dalam ATM telah kosong karena telah terjadi transaksi penarikan dan pengiriman ke rekening lain.

Pelapor baru tersadar bahwa uang miliknya yang ada dikartu ATM miliknya sebesar Rp. 20.750.000 telah diambil pelaku.

Korban pun melaporkan kejadian tersebut ke Mapolres Tanjungbalai dengan STBL LP/278/IX/2017/SU/RES T. BALAI, tanggal 19 September 2017.

Berdasarkan aduan tersebut, unit Jahtanras yang dipimpin Ipda Syahril Situmorang bergerak menyelesaikan kasus tersebut.

Barang bukti rekening koran milik korban yang didapatnya dari pihak bank, menjadi titik terang kepada pihak Kepolisian dan selanjutnya berkordinasi dengan pihak Bank BRI dan cek CCTV yang ada di ruang ATM.

Dari rekaman itulah terlihat, di mana pelaku mengambil atau menarik uang. Setelah mendapat CCTV tersebut, Kasat Reskrim mengumpulkan anggota opsnal dan melakukan penelitian terhadap CCTV itu dan ternyata salah satu dari pelaku ada yang dikenal yaitu M Syakban dan kemudian dilakukan penangkapan.

"Selanjutnya dikembangankan dan berhasil menangkap para pelaku lainnya,” ujar Heri Sofyan.

Bukti Rekaman CCTV.(foto/ferry)

Dari tangan tersangka, petugas menyita kartu ATM BRI milik korban, satu buah dompet warna hitam, uang tunai sebesar Rp 320.000 serta barang - barang yang dibeli para tersangka dari hasil kejahatan berupa, baju, celana, tas dan sepatu.

Kepada petugas, keempat ABG ini, mengakui perbuatannya. “Uang tersebut sudah kami habiskan pak, kami buat beli baju dan kami jalan-jalan ke mall di Medan pak. Sebagian lagi kami buat main judi online," sebut para tersangka.

Sementara itu, korban Rupiyanti, merasa senang atas penangkapan para tersangka. Namun dirinya turut sedih karena uang miliknya telah dihabiskan oleh para tersangka untuk berfoya-foya.

"Uang tersebut untuk biaya orangtuaku umroh pak, pada ujung tahun ini. Dengan kehilangan uang tersebut, gak jadilah orangtuaku pergi umroh pak," ujar korban terisak sambil menyapu air matanya.