HETANEWS

Ayah dan Anak Tak Bersedia Maafkan Terdakwa Ini

Terdakwa Parulian Sianturi diadili di PN Simalungun.(foto/ayu)

Simalungun, hetanews.com - Setelah dipukul dan dianiya oleh tetangganya yakni, terdakwa Parulian Sianturi (40), warga Simpang Laguboti, Nagori Janggir Leto, Kecamatan Panei Tongah, Kabupaten Simalungun, kedua korban, ayah dan anak tak bersedia memaafkannya.

Hal ini terungkap di Pengadilan Negeri Simalungun, Senin (25/9/2017), saat kedua saksi Desmon Simangunsong (60) dan putranya, Lamhot Simangunsong (25), memberikan kesaksiannya.

"Saya tidak mau memaafkan dia pak hakim,"kata Desmon dan hal senada juga diucapkan Lamhot, di depan majelis hakim pimpinan Lisfer Berutu. Alasannya "saya sudah orangtua didorong dan dipukul hingga masuk parit, saya maalu,"kata saksi korban lagi.

Jaksa David L Sipayung, menjerat terdakwa melanggar pasal 351 (1) KUH Pidana. Penganiayaan itu dilakukan terdakwa pada Senin, 5 Februari 2017, pukul 24.00 WIB tengah malam. Malam itu,  terdakwa menghampiri kelompok korban Lamhot yang sedang ribut dan tiba-tiba terdakwa memukul bagian mulut Lamhot hingga luka.

Lalu Desmon Simangunsong datang untuk melerai, akan tetapi terdakwa juga memukul Desmon dan mendorong tubuh Desmon hingga terjatuh ke parit jalan. Menurut saksi, kerugian perobatan di Puskesmas dan uang visum berdua korban sebesar Rp 87 ribu. Kedua anak beranak itu segera melaporkan perbuatan itu ke polisi dan terdakwa ditangkap.

Atas keterangan kedua saksi, terdakwa keberatan dan terdakwa mengungkapkan perdamaian tidak tercapai karena saksi korban meminta uang damai Rp 30 juta. "Keluarga saya menawarkan dua juta tapi pihak korban menolak, “kata terdakwa kepada hakim.         

Untuk mendengar tuntutan jaksa, sidang ditutup dan dibuka kembali pada Senin mendatang.

Penulis: ay. Editor: gun.

Ikuti Heta News di Facebook, Twitter, Instagram, YouTube, dan Google News untuk selalu mendapatkan info terbaru.