Labuhanbatu, hetanews.com - Kelangkaan gas elpiji 3 Kg di wilayah Kabupaten Labuhanbatu, khususnya di Negerilama, Kecamatan Bilah Hilir, beberapa bulan terakhir, membuat resah masyarakat

Hingga isu yang beredar, langkanya gas elpiji dimaksud, akibat diborong oleh pengecer yang kemudian dijual ke luar daerah dengan harga yang tinggi dan digunakan sebagai bahan bakar merebus ikan di daerah Kecamatan Pasir Limau Kapas, kota Panipahan Kabupaten Rokan Hulu Provinsi Riau

Menjawab keresahan tersebut, Camat Bilah Hilir, Bonaran Tambunan, mengadakan pertemuan dengan memanggil semua agen dan pemilik pangkalan elpiji yang ada di Bilah Hilir, Rabu (20/9/2017) lalu.

"Sesui dengan keluhan warga, masalah gas elpiji 3 kg di Bilah Hilir sudah mulai langka sehingga harga melonjak. Jadi kita meminta keterangan dari pemilik pangkalan. Kenapa ini bisa terjadi?" Tanya Bonaran kepada para pemilik pangkalan.

Dalam pertemuan tersebut, dari puluhan pangkalan yang ada di Bilah Hilir hanya 5 perwakilan yang hadir, termasuk perwakilan dari SPBU 14.227.350 Negerilama, Waka Polsek Bilah Hilir, Iptu T Manurung, anggota Babinsa Negerilama, Sudarman serta tokoh masyarakat.

Salah seorang pemilik pangkalan, Atan warga Negerilama, mengaku jatah yang ia terima dari Pertamina dalam seminggu 960 tabung, itu dijual ke konsumen serta ke pengecer dengan harga Rp'17-18 ribu per tabungnya.

Begitu juga dengan Lindawati, pangkalannya juga menjual ke konsumen dan pengecer dengan harga yang sama. "Rp 17 ribu hingga Rp 18 ribu-" katanya

Pemilik pangkalan sekaligus agen, Irul mengatakan, langkanya gas dimaksud pun dirinya mengaku bingung sebab jatah dari Pertamina tidak ada pengurangan.

Namun fakta yang di'lapangan, si Melon Hijau tersebut, bukan hanya sulit didapat, untuk mendapatkannya warga pun harus merogoh kocek hingga Rp 27-30 ribu per tabungnya.

Manurung'meminta kepada pemilik pangkalan untuk mengutamakan masyarakat sekitar Negerilama dan diminta untuk tidak memberikan jatah hingga 4 tabung per orangnya.

"Kalau bisa kita utamakan dulu warga sekitar Negerilama ini. Juga jangan diberikan hingga empat tabung untuk satu keluarga. Kalau pun kita berikan kepada along-along (pengecer) , ya.. yang berdomisili di sekitar Bilah Hilir aja,"pinta Manurung

Menurutnya, langkah pertama yang dilakukan adalah mengaudit berapa tabung yang masuk perharinya, seimbang gak dengan jumlah penduduk. Sehingga dapat diambil langkah-langkah agar kelangkaan elpiji tersebut tidak terulang kembali.

Kelangkaan yang sering terjadi di masyarakat, menurutnya tidak menutup kemungkinan adanya pihak yang sengaja menciptakan situasi demi keuntungan pribadi.

Dalam waktu dekat, pihak kecamatan akan memberikan surat himbauan kepada pada pemilik pangkalan agar lebih selektif dalam pendistribusian gas elpiji 3kg tersebut.

Bonaran meminta setiap pengecer harus melengkapi diri dengan surat keterangan dari kepala desa dimana dirinya tinggal dan kemana saja rencana gas akan dijual.