Simalungun, hetanews.com - Sebanyak kurang lebih 5.000 butir selongsongan peluru di perladangan Huta I Nagori Karang Rejo, Kecamatan Gunung Maligas, Kabupaten Simalungun, Sabtu (23/9/2017).

Peluru itu ditemukan petani bernama Suradi (35) warga Jalan Arjosari Huta 1 Nagori Karang Rejo.

Diketahui 5.000 butir peluru yang ditemukan merupakan peluru laras panjang dan pendek. Ini terdiri 1 butir peluru tajaml, selonsong kaliber 5,56 mm, kaliber 7,62 mmi, pistol FN kaliber 9 mm dan peluru hampa kaliber 5,56 mm.

Ribuan butir peluru yang ditanam di perladangan warga.

Sebelumnya, Sabtu (23/9/207) sekira pukul 09.00 WIB, Suriadi mencangkul di areal ladangnya hendak membuat benteng sayuran jenis sawi.

Pada saat itu, tercangkul benda berupa selongsong peluru. Suriadi pun melaporkan hal itu pada Kepala Dusun Huta I, Muliadi dan Pangulu Nagori Karang Rejo, Mulyono.

Selanjutnya meneruskan ke Bhabinkamtimnas Polsek Bangun dan Babinsa Koramil 08/Bangun. Aparat petugas yang datang ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) langsung membawa selongsong peluru untuk dibersihkan dan diamankan.

Pengumpulan ribuan butir peluru yang ditemukan.

Selongsong tersebut dibawa ke Koramil 08/Bangun untuk diamankan sebagai barang bukti.

Dari hasil lidik dan wawancara sementara terhadap masyarakat sekitar, selonsong peluru itu berasal dari warga bernama Poniran (40) warga Jalan Arjosari Huta I Nagori Karang Rejo.

Peluru itu didapatkan Poniran saat sedang berjualan kapas di Porsea, Kabupaten Toba Samosir (Tobasa) dan membeli dari masyarakat.

Peluru yang ditemukan saat dibersihkan.

Poniran bermaksud menjual kembali karena terbuat dari kuningan. Namun tidak ada yang mau membeli, sehingga Poniran menanam peluru itu di perladangan milik Suriadi.

Sementara itu petugas masih mencari keberadaan Poniran untuk dilakukan penyelidikan lanjut.