Asahan, hetanews.com - Mengaku sebagai anggota TNI berpangkat Kopka dari satuan Kodim 0207 Simalungun, Mulyadi Anjas Syahputra Siregar (23), akhirnya digiring ke Makodim 0208/AS.

Ternyata TNI gadungan ini seorang penjual bakso dan dia nekat melalkkan itu gara-gara hubungan asmara. Awalnya saat Mulyadi datang ke kota  Kisaran untuk berobat ke rumah Parmin yang memiliki putri bernama Ayu. 

Ternyata Mulyadi diketahui suka dengan anak gadis Parmin. Ini membuat Mulyadi berulang kali ke rumah Parmin dan mengaku dirinya seorang anggota TNI untuk memikat hati Ayu sekaligus agar mendapatkan restu. 

Ibarat pepatah “sepandai - pandainya tupai melompat, pasti akan jatuh juga” dan di hari naas bagi sang TNI gadungan, Jumat (22/9/2017) sekira pukul 14.00 WIB,  di  Desa Gedangan Kecamatan Pulau Bandring Asahan. Mulyadi kembali menemui pujahan hatinya itu dengan menggunakan seragam lengkap milik TNI. Ternyata  saat berada di sekitar wilayah rumah pujaan hatinya itu, ada anggota TNI dari Kodim 0208/AS.

Karena takut ditanya oleh anggota TNI asli itu, si tukang bakso yang menjadi tentara palsu ini pun salah tingkah. Melihat gelagat yang tidak baik, anggota TNI itu pun menanya Mulyadi dari satuan mana. Namun bukannya memberi jawab, Mulyadi langsung  kabur hingga akhirnya dikejar warga dan ditangkap. Selanjutnya dinterograsi di  Makodim 0208/AS .

"Ia mengaku membeli seragam TNI, tujuannya agar mendapat restu dari pihak keluarga sang pujahan hatinya, di mana Ayu sudah punya pacar. Namun disuruh putus oleh orang tuanya untuk berpacaran dengan si tentara palsu itu,“ ujar salah seorang personil di Kodim 0208/AS saat itu.

Personil Intel Kodim ini juga mengamankan beberapa barang bukti seperti, satu tas baju seragam TNI dan satu unit sangkur TNI.

Sementara itu ketika dikonfirmasi awak media, Mulyadi tercatat sebagai warga Dusun III Desa Simpang Gambus, Kecamatan Lima Puluh, Kabupaten Batubara justru memberikan keterangan berbelit-belit.