Siantar, hetanews.com - Oknum pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK)  pelebaran badan Jalan Pane, Kelurahan Kebun Sayur, Kecamatan Siantar Timur diduga main mata alias 86.

Pasalnya, terindikasi melakukan pembiaran. Sehingga pelaksana proyek tersebut semau perut mencurahkan redimix walaupun dalam keadaan hujan turun deras. 

Sejumlah warga yang menyaksikan berlangsungnya kegiatan itu, Jumat (15/9/2017) sekira pukul 22.00 WIB meragukan akan kualitas redimix yang dicurahkan. 

"Kualitas redimix nya itu pasti abal-abal atau tak sesuai dengan komposisi campuran pada besteknya. Sebab, menggunakan air secara berlebihan," ujar warga. 

Menurut warga, Simarmata, aksi nekad pelaksana kegiatan mencurah material redimix pada saat hujan turun lebat karena adanya persetujuan dari PPTK.

Karena, sebuah proyek dapat dilangsungkan setelah mendapatkan persetujuan dari PPTK. Kalau tidak, pelaksana proyek tidak akan melaksanakan kegiatan. 

Pantauan di-lokasi, tampak sejumlah pekerja kasak kusuk menyerok material campuran redimix yang di seret air hujan lebat kedalam galian lubang tanah untuk pelebaran jalan tersebut.