Simalungun, hetanews.com - Kejaksaan Negeri (Kejari) Simalungun bersama Inspektorat dan Dinas Pekerjaan Umum (PU) melakukan cek fisik terhadap sejumlah bangunan yang bersumber dari bantuan sosial (bansos) TA 2012-2014.

Demikian diungkapkan Kasi Intel Kejari Simalungun, Parulian Kertagama, didampingi Kasi Pidsus, Rendra Y Pardede dan Kasubagbin, Dasmer N Saragih kepada wartawan, Jumat (15/9/2017).

Tim secara langsung melakukan cek fisik terkait pengusutan dugaan korupsi bansos TA 2012-2014 yang sedang dalam proses penyelidikan (lid).

"Sesuai petunjuk ahli, tim jaksa telah memeriksa ratusan orang penerima termasuk pimpinan sejumlah organisasi keagamaan, kepemudaan, organisasi profesi dan perkumpulan, juga mantan anggota Banggar (Badan Anggaran),". 

"Selanjutnya melakukan cek fisik sejumlah bangunan rumah ibadah seperti, mesjid, gereja, pesantren, pembangunan makam, pembangunan rumah dinas preses dan juga ruang pertemuan (aula) bersumber dari Bansos APBD Pemkab Simalungun," jelas Parulian.

Lebih lanjut dikatakan Parulian, Inspektorat bersama Dinas PU dan Kejari Simalungun, membagi 3 tim untuk cek fisik ke Kecamatan Perdagangan, Raya, Saribu Dolok, Kecamatan Purba, Panombeian Panei, Tanah Jawa, Bandar Masilam dan Silau Huluan, selama 3 hari.

Hasilnya, semua bangunan tersebut ada dan tidak fiktif. Namun sesuai dengan anggaran atau tidak masih menunggu hasil dari tim.

"PU akan merinci nilai bangunan yang selanjutnya akan diserahkan ke Inspektorat untuk diteliti dan hasilnya diserahkan kepada jaksa. Selanjutnya tim jaksa akan menyerahkan hasil akhir kepada tim audit akuntan publik. Demikianlah prosesnya," ucap Parulian.

Seperti diberitakan sebelumnya, diduga kerugian negara mencapai ratusan miliar lebih dari penyimpangan dana bansos TA 2012-2014.