HETANEWS.COM

Bupati Batubara dan 4 Tersangka Lainnya Ditahan di Rutan Berbeda

Bupati Batubara OK Arya saat akan dibawa keluar dari gedung KPK.

Jakarta, hetanews.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi melakukan penahanan terhadap Bupati Batubara, OK Arya Zulkarnaen setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap pengurusan proyek pembangunan infrastruktur di lingkungan pemerintahannya.

OK Arya ditahan bersama keempat tersangka lainnya. Keempat tersangka lainnya tersebut yakni, Kadis PUPR Batubara, Helman Herdadi, pemilik dealer mobil di Kabupaten Batubara, Sujendi Tarsono, serta dua kontraktor, Maringan Situmorang dan Syaiful Azhar.

Kelima tersangka tersebut ditahan di rumah tahanan (rutan) yang berbeda-beda. Adapun, OK Arya ditahan di Rutan Polres Jakarta Timur, Sujendi Tarsono di Rutan KPK Kavling C1, Jalan HR Rasuna Said, Helman Herdady di Rutan Salemba, Jakarta Timur.

Kemudian, kontraktor Maringan Situmorang di Rutan Cipinang, Jakarta Timur, dan Syaiful Azhar dititipkan di Rutan Polres Metro Jakarta Pusat. "Kelima tersangka ditahan untuk 20 hari kedepan," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Kamis (14/9/2017) malam.

Pantauan di lapangan, tersangka Sujendi keluar paling pertama setelah menjalani pemeriksaan selama1x24 jam. Dia keluar sekira pukul 22.30 WIB dari gedung merah putih KPK, Jalan Kuningan Persada. Dia keluar dengan mengenakan rompi tahanan KPK berwarna orange.

Selang beberapa menit kemudian, dua tersangka lainnya juga turun dari lantai dua ruang pemeriksaan KPK. Dua tersangka tersebut yakni Bupati Batubara, Sumatera Utara, OK Arya Zulkarnaen dan seorang kontraktor, Syaiful Azhar.

Sesampainya di lantai satu lobi gedung ‎KPK, istri serta pihak keluarga OK Arya sudah menunggu. Sebelum keluar dari gedung KPK, OK Arya sempat berpelukan dan berbincang sebentar dengan istrinya, Khodijah, sebelum pada akhirnya digiring ke mobil tahanan.

Namun demikian, ketiga tersangka tersebut tampak kompak enggan angkat bicara sedikitpun saat dikonfirmasi oleh awak media terkait ‎kasus dugaan korupsi yang membawanya ke penjara KPK.

Tak lama setelah mobil tahanan KPK yang mengangkut para tersangka tersebut melaju untuk membawanya ke rutan masing-masing‎, Kadis PUPR Kabupaten Batubara, Helman Herdady pun keluar dari gedung KPK.

Tersangka Helman tampak menggunakan kursi roda saat dibawa ke mobil tahanan KPK. Seirama dengan tersangka sebelumnya, Helman pun enggan berkomentar terkait pemeriksaan serta kasus yang menjeratnya tersebut.

Tersangka terakhir yang rampung menjalani pemeriksaan penyidik KPK yakni, seorang kontraktor Maringan Situmorang. Dia pun langsung digiring ke mobil tahanan usai menjalani pemeriksaan.

Sebagai pihak penerima suap, OK Arya, Helman Herdadi, dan Sujendi disangkakan melanggar Pasal ‎12 huruf a atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 Juncto Pasal 65 KUHP.

Sedangkan sebagai pihak pemberi suap, Maringan Situmorang dan Syaiful Azhar disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001.

sumber: okezone.com

Editor: aan.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan