Medan, hetanews.com - Tiga kelompok mahasiswa secara bergantian mendatangi kantor Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) di Jalan AH Nasution, Kamis (14/9/2017) untuk menyampaikan aspirasi mereka.

Ketiga kelompok mahasiswa itu Himpunan Mahasiswa Al Washliyah (Himmah) Sumut, Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Padang Lawas Utara (PP-Gema Paluta) dan Jaringan Masyarakat Mandiri (JMM).

Koordinator aksi HIMMAH Sumut, Henri Sitorus dalam orasinya mendesak agar penyidik Kejatisu mengungkap pungutan liar (pungli) senilai Rp 662.582.000 terkait pemasangan baru listrik PLN yang dilakukan sejumlah oknum.

"Kami minta segera periksa Manager PT PLN Rayon Perdagangan, Sawun Waluyo, Manager PLN Area Pematangsiantar, Krisantus Hendro Setyawan, pihak penyedia jasa Arsad Siregar dan General Manager PT Bridgestone SRE Dolok Merangir Kabupaten Simalungun daan Afdeling L, J dan I PT Bridgestone," ungkapnya.

Mereka menyebutkan sebanyak 398 Pemasangan Sambung Baru (PSB) dengan daya 1300 VA yang selesai dikerjakan pada tahun 2016-2017 yang diperuntukan di lokasi Afdeling L, J dan I  di komplek perumahan karyawan dari PT Bridgestone SER Dolok Merangir, Kabupaten Simalungun.

"Untuk kawasan Afdeling L, PSB dikenakan biaya sebesar Rp 2,5 juta. Sedangkan di Afdeling J dan I karyawannya dikenakan biaya sebesar Rp 3.060.000. Padahal harga PSB untuk daya 1300 VA hanya Rp 1.218.000, sehingga ada kerugian di sini," sebut Henri.

Selain manipulasi biaya PSB juga tidak memiliki Sertifikasi Laik Operasional sesuai UU Nomor 30 Tahun 2009.

Untuk aksi unjukrasa PP Gema Paluta, mereka mempertanyakan kelanjutan kasus dugaan korupsi di Paluta yang melibatkan Bachrum Harahap dan Andar Amin Harahap. Di antaranya yaitu dana bansos senilai Rp 1,8 miliar yang diperuntukkan untuk KNPI Paluta di tahun 2012-2014.

Sedangkan JMM dalam aksinya menuntut dugaan korupsi proyek pengadaan Laboratorium Komputer untuk SMA dan SMK di Medan senilai Rp 4 miliar lebih dari dana yang berasal dari APBD 2016 dengan pagu anggaran sebesar Rp 8 miliar lebih.

Kasi Penkum Kejatisu, Sumanggar Siagian mengucapkan terima kasih atas semua laporan yang disampaikan kelompok mahasiswa dan berjanji untuk menindaklanjutinya. "Nanti laporan ini akan segera ditindaklanjuti oleh pihak pimpinan," kata Sumanggar.

sumber: tribunnews.com