HETANEWS

Kerap Didemo Masyarakat, Elektabilitas Dosmar Banjarnahor Dikhawatirkan Anjlok

Bupati Humbahas, Dosmar Banjarnahor.

Humbahas, hetanews.com - Konstelasi politik di Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) akhir-akhir ini sedang hangat-hangatnya dibicarakan di berbagai media lokal maupun nasional. 

Hal ini bukan akibat dari perhelatan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), namun karena kepemimpinan Bupati Dosmar Banjarnahor. Banyak aliansi masyarakat di daerah tersebut yang protes dengan berbagai kebijakannya. 

Bahkan para tokoh agama pun nampaknya protes terhadap berbagai kebijakan Dosmar. Tak tanggung, Ketua Persekutuan Gereja Indonesia (PGI) yang juga sebagai Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Humbang Hasundutan Pdt. Jentiaman Gultom turut angkat protes. 

Menurutnya, Dosmar tidak menunjukkan sikap kepemimpinan yang baik, adil dan bertanggung jawab. Banyaknya keputusan yang sewenang-wenang dan seenaknya dicabut kembali, bahkan intervensi terhadap kepengurusan panitia Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi). 

"Keputusan yang sewenang-wenang dan intervensi Bupati terhadap panitia pengurus Pesparawi sudah menunjukkan kualitasnya sebagai Pimpinan suatu daerah. Hal ini sangat kita sayangkan, karena seharusnya agama tidak boleh dipolitisasi apalagi oleh seorang Bupati," terangnya. 

Demonstrasi yang sudah menjadi hal biasa di Humbahas menunjukkan bahwa tingkat kepuasan masyarakat terhadap pimpinan daerah nya tersebut benar-benar anjlok. Kebijakan yang dianggap prematur, sikap arogansi dan kesewenang-wenangan merupakan pemicu utama. 

Ketidak akuran Dosmar pun turut dipertontonkannya terhadap Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Humbang Hasundutan.

Banyak isu yang beredar atas konflik antara dirinya dengan Wakilnya Saut Parlindungan Simamora, Ketua DPRD Manaek Hutasoit, sampai Kapolres AKBP Nicholas Lilipaly. 

Bahkan, para tim pemenangan Dosmar pada perhelatan Pilkada 2 tahun lalu juga tidak sedikit yang kecewa, banyak yang dianggap hanya sebagai pekerja bayaran demi memenangkan dirinya, bersikap seolah tak pernah mengenal, dan bahkan malah balik menyerang akibat dikritisi.

Bukan tidak mungkin jabatan yang diperoleh hanya bertahan 1 periode jabatan, atau bahkan terhenti di tengah jalan akibat dari disetujuinya angket DPRD terhadap Dosmar Banjarnahor. 

Penulis: trendy. Editor: aan.