HETANEWS

Kejaksaan Didukung Usut Dugaan Korupsi Proyek Pasar Sakti

Kondisi kios pedagang di Pasar Sakti Tebingtinggi. (foto : Ver)

Tebingtinggi, hetanews.com - Kedatangan tim ekonomi dari tenaga ahli Universitas Sumatera Utara (USU) bersama penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Tebingtinggi ke Pasar Sakti di Jalan KF Tandean Kelurahan Pasar Sakti, Kecamatan Bajenis, Kamis (6/7/2017) lalu sangat diapresiasi, namun kini malah hampir senyap.

Menyikapi hal ini, Ketua LSM Pijar Keadilan Kota Tebingtinggi, Ricard Hary Mukti mendukung dan berharap kasus itu diungkap secara terang-terangan hingga tidak satu pun luput dari pemeriksaan dan cepat tuntas.

Pasalnya, dugaan korupsi di Pasar Sakti itu sudah bertahun-tahun tak kunjung tuntas. Belum lagi isu berhembus terkait kepemilikan di lahan Pasar Sakti tak kunjung tuntas. Padahal, kasus ini sudah  pernah disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Tebingtinggi.

"Dana yang digunakan untuk proyek renovasi Pasar Sakti tahun 2013 itu mencapai puluhan miliar. Sedangkan hingga tahun 2017 ini sejumlah kios di Pasar Sakti tidak digunakan untuk perdagangan, malah kini sudah rusak dan tidak ditempati para pedagang," sebut Ricard, Rabu (13/9/2017).

Sementara tahun 2016 lalu kios-kios itu telah diperbaiki ulang dengan anggaran berbeda dari APBD Kota Tebingtinggi. Caranya dengan menganti menjadi rolling door ( pintu gulung) dan kini juga sudah rusak.

Kondisi kios Pasar Sakti yang mengalami kerusakan.

Ricard menuturkan, agar tidak ada tafsir fitnah, sebaiknya pihak penyidik dan tim ahli bersikpa tranparansi bekerja untuk kepentingan hukum.

Pihaknya mendukung penuh usaha penyidikan jaksa yang selalu menerapkan kebenaran, meski ada juga isu tak baik menerpa para penyidik.

"Benar atau tidak katanya temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) di tahun 2015 yang menyatakan tidak ada ditemukan kerugian negara atas penggunaan anggaran untuk pembangunan atau renovasi Pasar Sakti. Namun di lapangan malah sebaliknya ditemukan kios sudah rusak, sehingga hal itu sangat tragis dan memalukan kita semua," ujar Ricard.

Sekedar diketahui, selain turun ke lokasi ke Pasar Sakti, pihak Kejaksaan juga memeriksa Kepala Bidang (Kabid) Mukhcin Miswaini dan Kadis Pekerjaan Umum (PU) Kota Tebingtinggi, A Bakri Siregar.

Kemarin,di ruang kerjanya  Kajari Tebingtinggi, Fajar Manurung melalui Kasi Pidsus, Edi Tarigan membenarkan bahwa kasus dugaan korupsi di Pasar Sakti yang bersumber di anggaran Dinas tahun 2013 sedang diperiksa.

Penulis: tim. Editor: aan.