HETANEWS

Warisan Budaya Simalungun, Rumah Bolon Ini Perlu Sentuhan Baru

Rumah Bolon Tuan Rajalin Purba Pak-Pak di Nagori Pamatang Panei, Kecamatan Panombean Panei, Kabupaten Simalungun

Simalungun, hetanews.com - Salah satu peninggalan warisan budaya Simalungun yang membuktikan peran leluhur dalam mempertahankan tanah dan budaya masih eksis.

Namun kini kondisinya tidaklah begitu diperhatikan karena mungkin luput dari perhatian pemerintah, peneliti sejarah dan pemerhati budaya. Oleh karena itu, sangat diharapkan perhatian Pemkab Simalungun dalam pelestarian peninggalan leluhur.

Rumah Bolon salah satunya bukti sejarah yang masih ada di Kabupaten Simalungun. Dan Rumah Bolon yang satu ini berbeda dengan Rumah Bolon yang masuk dalam situs peninggalan sejarah kerajaan di Museum Simalungun.

Belum diketahui persis kapan Rumah Bolon itu dibangun. Namun dikatakan, rumah yang satu satunya masih menggunakan ornamen Simalungun itu adalah rumah peninggalan Tuan Rajalin Purba Pak-Pak atau dikenal sebagai Tuan Panombeian.

Tuan Panombeian dulunya adalah sosok yang menjadi Tokoh Adat di zaman nya. Dikatakan juga, Tuan Rajalin purba adalah orang yang pertama membuka pemukiman penduduk yang saat ini kenal dengan nama Panombeian Panei. Tuan Rajalin, saat itu masih memiliki hubungan dengan pihak kerajaan Simalungun yang ada di Panei.

Sekarang, tempat peninggalan Tuan Panombeian itu (Rumah Bolon) sudah pernah mengalami pemugaran. Sehingga, saat ini dapat dikatakan tidak sepenuhnya orisinil lagi, merujuk rumah adat di masanya. 

 Losung (Bahasa Batak) alat penggiling gabah padi secara tradisional.

Hal itu disampaikan oleh Petrus Purba saat ditemui di lokasi. Petrus merupakan salah seorang cucu dari keturunan Raja Panombean yang saat ini masih bermukim di kawasan Rumah Bolon yakni Nagori Pamatang Panombeaian Kecamatan Panombeian Panaei Kabupaten Simalungun. “Sekarang tempatnya kosong. Gak ada apa-apa di dalam,” katanya, Senin (11/9/2017).

Namun sayangnya, Petrus juga belum mengetahui persis asal usul leluhurnya dan rumah adat tersebut. Tetapi diutarakanya, Tuan Panombean adalah salah seorang Tokoh adat yang membuka pemukiman penduduk kala itu.

Tidak hanya Rumah Bolon, di tempat itu juga tersimpan 2 alat penggiling padi tradisional atau dalam bahasa daerahnya Losung, yang masih memiliki pahatan motif Batak.

Konon, Losung itu kerap digunakan masyarakat secara bersama sama saat menumbuk hasil panen padi mereka. Seiring berjalanannya waktu, losung itu tidak dipakai lagi karena sudah ada mesin penggiling padi.

Tuan Panombean adalah legenda masyarakat setempat, dan sebagai orang yang pertama membuka pemukiman penduduk. Panombean Panei juga dikenal sebagai tempat penghasil gabah terbesar di Kabupaten Simalungun.   

Penulis: tim. Editor: aan.