HETANEWS

Beberapa Fakta Hefriansyah Belum Mampu Jadi Wali Kota

Wali Kota Siantar, Hefriansyah diwawancarai wartawan di dalam mobil dinasnya.

Siantar, hetanews.com - Menjadi Wakil Wali Kota Siantar, Togar Sitorus dipastikan akan berduet dengan Hefriansyah dalam menjalankan roda pemerintahan. Kendati demikian, prediksi atas kinerja keduanya, dipastikan belum mampu mensejahterakan masyarakatnya.

"Kedua orang ini sama - sama tidak memiliki keahlian di birokrasi dan pemerintahan. Dari latar belakang organisasinya sangat minimun, tentu Hefriansyah (lebih minim). Dari pengetahuan juga sama,"tandas Ketua Sumut Watch, Daulat Sihombing.

"Dua orang ini adalah produk lokal murni dan potensinya pun lokal murni,"ukur Daulat kepada wartawan,  di kantornya, Jalan Kapten MH Sitorus, Kecamatan Siantar Barat, Selasa (12/9/2017).

Lebih lanjut disampaikannya, agar masyarakat tidak menaruh harapan kepada pemerintah, terutama ditujukan ke sang Wali Kota Siantar, Hefriansyah. Itu karena suami dari Syahputri Hutabarat ini, menurutnya, bertindak melanggar aturan diawal kepemimpinannya. 

"Kenapa saya katakan demikian? Memulai pemerintahan saja, diawalinya dengan kesalahan fatal. Contohnya, penyusunan formasi PP 18/2016 (tentang perangkat daerah), bisa-bisanya dia melantik napi dan mantan napi, melantik orang yang seharusnya sudah pensiun sebagai kepala dinas. Larangannya sudah jelas, bahwa dia tidak boleh melantik dalam masa transisi 6 bulan," tandasnya.

Fakta tersebut, menjadi bukti yang menyatakan Hefriansyah, belum memiliki kemampuan dalam mengelola birokrasi dan pemerintahan, tegasnya.

"Ini sebenarnya indikator atau baromoter Hefriansyah dalam mengelola birokrasi pemerintah dan menurut saya, disitu saja dia tidak lulus. Penuh dengan problem yang mendasar,"ujarnya.

Fakta lainnya dari penilaian Daulat, seperti gaya bahasa yang 'berselemak' didepan publik. Salah satunya pada saat Hefriansyah masih menjadi calon Wakil Wali Kota dan saat itu menghadiri suatu kegiatan dan memaknai istilah "Ora Et Labora" yang salah.

"Dia bilang artinya "dalam tubuh yang sehat, terdapat jiwa yang sehat". (Istilah) itu dia bilang bukan karena keseleo, memang karena dia minim pengetahuan. Itu bisa disimpulkan kemampuan retorika dia memang tidak memadai,"katanya.

Beberapa fakta lain, lanjut dia, juga mengenai pemanggilan Hefriansyah oleh Ombudman,  terkait penerapan PP 18/2016 maupun problem lain yang sudah muncul ke permukaan.

Meski begitu, menurutnya, beberapa formula dapat membantu Hefriansyah, apabila berprinsip patuh terhadap aturan serta banyak belajar dari seniornya.

"Ada harapan untuk perbaikan, karena sekarang dia ditopang oleh sekda yang senior. Dengan sekda itu yang bisa membantu. Tetapi jika dia tidak mau belajar, jangan berharaplah masyarakat kepada dia, dan memang dia tidak dipersiapkan untuk jadi Wali Kota, jadi Wakil. Nasibnya (jadi Wali Kota) karena Hulman meninggal dunia,"pungkas Daulat.

Penulis: bt. Editor: gun.