HETANEWS

Jaksa Simalungun Ancam Kurir Sabu Antar Provinsi 15 Tahun Penjara

Terdakwa saat mendengarkan tuntutan majelis hakim. (foto : Ayu)

Simalungun, hetanews.com -Kejaksaan Negeri (Kejari) Simalungun menuntut terdakwa terdakwa Marwan Usman (45) warga Sumatera Barat dengan pidana penjara selama 15 tahun.

Tuntutan itu dibacakan tim jaksa david L Sipayung dan Melnita disidang Pengadilan Negeri (PN) Simalungun, Selasa (12/9/2017).

Terdakwa dipersalahkan jaksa melanggar pasal pasal 115 (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika atas kepemilikan barang bukti sabu seberat 60.50 gram. Selain pidana penjara, jaksa juga menuntut denda Rp 1 miliar sub 1 tahun penjara.

Awalnya Jorong Guguk Naneh kabupaten Sijunjung Bukit Tinggi ditawari Sukri (DPO) untuk menjemput sabu dari Medan sebanyak 2 bungkus dengan upah Rp 2 juta. Tergiur dengan upah tersebut, pria tamatan SD ini menyetujui permintaan Sukri.

Terdakwa berangkat dari kampungnya menuju Medan menumpang Bus Anugrah. Tiba di Kota Medan, terdakwa sempat beristirahat selama sehari dan sesuai petunjuk Sukri, terdakwa bertemu dengan Rustam.

Lalu Rustam memerintahkan terdakwa menuju loket ALS, yang di bagian bangku belakang di ruang smoking area telah diselipkan sabu dalam bungkusan plastik hitam.

Setibanya di ALS, terdakwa dihampiri anak berusia 8 tahun dan memberikan uang Rp 500 ribu yang akan digunakannya untuk membeli tiket menuju Sumatera Barat.

Naas, Polsek Serbelawan yang telah mendapatkan informasi pada Selasa, 7 Maret 2017 sekira pukul 11.00 WIB menghentikan bus ALS yang ditumpangi terdakwa, tepatnya di jalan lintas Medan-Siantar Kecamatan Dolok Batunanggar.

Terdakwa langsung diinterogasi karena baru saja keluar dari ruang smoking area. Padahal nomor bangku terdakwa adalah 10.

Setelah diinterogasi, terdakwa mengaku barang bukti sabu dalam plastik hitam di ruang smoking area di bangku no 26 adalah milik terdakwa. Petugas langsung mengamankan terdakwa dan barang bukti ke Polsek Serbelawan.

Terdakwa dalam persidangan didampingi pengacara Antoni Sumihar Purba secara lisan mohon keringanan hukuman kepada majelis hakim.

"Tolong ringankan hukuman saya pak hakim. Saya menyesal,"'kata terdakwa.

Untuk mempertimbangkan dalam putusan, majelis hakim Nasfi Firdaus, Justiar Ronald dan Hendrawan Nainggolan menunda persidangan hingga Senin depan. 

Penulis: ay. Editor: aan.