HETANEWS

Ini Alasan Togar Tak Miliki Hak Suara saat Pemilihan Wakil Wali Kota

Togar dan Rudi ketika tengah menghadiri gladi resik di ruang Harungguan.(foto/BT)

Siantar, hetanews.com - Menjelang pemilihan Wakil‎ Wali Kota (Wawako) Siantar, Togar Sitorus merasa yakin akan memenangkannya. Sedangkan Rudi H Pardede masih menanti hasil pemilihan tersebut.

Hal tersebut diketahui saat kedua Calon Wawako yang dicalonkan Partai Demokrat untuk dipilih di DPRD Siantar usai mengikuti gladi resik pemilihan Wawako di Gedung Harungguan DPRD Siantar, Sabtu (9/9/2017).

"Yakin lah, kalau boleh semuanya (target suara)‎ sebanyak 29 itu," kata Togar.

Sedangkan Rudi yang diwawancarai, mengaku menginginkan posisi Wawako tersebut, namun ‎ia masih belum yakin akan kemenangannya.

"Kita lihatlah nanti,"katanya singkat dan langsung pergi bersama-sama dengan Togar.

Meski diketahui Togar Sitorus sebagai sebagai anggota DPRD Siantar, namun tidak memiliki suara dalam pemilihan  tersebut, sehingga total suara pemilih sebanyak 29 suara.

“Begini, nanti dia kan membuat surat pernyataan pengunduran diri dan selanjutnya baru ditetapkan sebagai calon.  Dia tidak memiliki hak suara dan surat pernyataan tidak bisa ditarik,” kata Sekretaris Panitia Khusus (Pansus) Pemilihan Wawako, Mahadin Sitanggang.

Mengenai Tata Tertib (Tatib) yang mereka susun di Pansus, kata Mahaddin, mereka saat ini belum bisa membukannya. Sebab Tatib tersebut belum disahkan.

“Bisa saja  berubah nanti. Maka itu, tunggulah nanti. Memang kita sudah lakukan verifikasi ke Gubsu, ada beberapa pasal dan prasa yang disempurna. Dan hal itu tadi sudah disempurnakan juga oleh Pansus, besok disampaikan ke Paripurna,” ujar Mahadin.

Dia juga tidak ingin menjelaskan, Tatib tersebut sembari menjelaskan motode pemilihan juga mengadopsi UU Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Wali Kota, dan juga mengikuti Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) terbaru.

“Sistem pemilihannya contreng (tidak coblos),” katanya lagi.

Lanjutnya, setelah Tatib tersebut dibacakan Pansus di Paripurna yang digelar pada Senin (11/9/2017) mendatang, lalu dilakukan permintaan persetujuan secara lisan dari anggota DPRD.

 “Lalu juga dibacakan verikasi dari Pansus dan diserahkan selanjutnya masuk ke penetapan calon Wawako. Dan penetapan itu setelah diverifikasi dulu,” sebut Mahadin.

"Setelah hal tersebut, lalu masuk ke paparan singkat, dialog dan pemilihan Wawako terbuka namun sifatnya rahasia (luber)," ujarnya.

Penulis: bt. Editor: gun.