Siantar, hetanews.com - Tak terima dipukuli, seorang siswa Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 2 Siantar, nekat mengajak temannya untuk menyerang pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) Kartika, Sabtu (9/9/2017). 

Siswa SMKN 2 tersebut diketahui bernama Nevid, warga Jalan Cokro, Kelurahan Melayu, Kecamatan Siantar Utara. Dia mengaku telah dipukuli pelajar SM Kartika. Sehingga Nevid mengajak teman-temannya untuk menyerang sekolah Kartika tersebut.

Navid dan segerombolan temannya mendatangi sekolah Kartika yang berada di Jalan Kartini, Kecamatan Siantar Barat. Mereka membawa beberapa senjata seperti, kayu broti dengan ujungnya sudah dibakar dan membawa batu. 

Seorang wanita, penjual es kelapa yang berjualan di jalan Kartini, kepada hetanews mengatakan, sewaktu tawuran antar sekolah itu (SMKN 2 dan SMA Kartika), ada 2 orang intel polisi yang pada saat itu sedang meminum es kelapa miliknya. 

"Waktu tawuran antar sekolah itu, ada 2 orang intel yang sedang minum es kelapa di tempat saya. Saya lihat, intel itu hanya melihat saja. Jadi saya suruh bantu lah anak sekolah yang sudah dipukul itu, baru mereka (Intel) bergerak menangkapi mereka," ungkap wanita penjual es kelapa tersebut. 

Kedua intel itu dibantu petugas Polsek Siantar Barat akhirnya berhasil mengamankan Nevid dan beberapa temannya yang sempat melarikan diri di salah satu loket PLN. 

Lalu petugas Polsek Siantar Barat, membawa anak sekolah itu ke Mapolres Siantar untuk diberikan pengarahan bahkan memanggil orang tua mereka yang terlibat tawuran tersebut.

Saat dikonfirmasi, salah seorang Anggota Sentral Pelayanan Keterangan Terpadu (SPKT), Aipda J Nainggolan mengatakan, kalau anak-anak yang terlibat tawuran tersebut diberikan pembinaan.

"Kita hanya memberikan pembinaan terhadap anak-anak yang terlibat tawuran agar tidak melakukan tawuran lagi. Dan sebagian anak sudah kita panggil orang tuanya agar membawa pulang anaknya yang terlibat tawuran," sebut Nainggolan.

"Sedangkan untuk ketiga anak yang tidak sekolah dan turut membantu dalam tawuran tersebut, kita beri hukuman untuk membersihkan kamar mandi," tambah Nainggolan.