Siantar, hetanews.com – Sejak dilantik Gubsu Tengku Erry Nuradi menjadi Wakil Wali Kota, dan kemudian diserahkan SK untuk menjabat sebagai Plh Wali Kota Siantar, Hefriansyah yang seyogianya diusung secara tunggal oleh Partai Demokrat (PD), lebih memilih untuk ‘berteman dekat’ dengan Partai Nasdem, yang diketuai oleh Tengku Erry.

Tentu saja, ini merupakan fenomena asing dalam dunia politik, dimana langkah yang dilakukan oleh Hefriansyah terkesan tidak menghargai partai pengusungnya di Pilkada Siantar. Pantaskah PD merasa ‘disepelekan’ oleh Wali Kota Siantar? Mengapa jejak yang ditinggalkan alm Hulman tidak dilanjutkan sebagai ucapan terima kasih?

Menurut Reinhard Sinaga, apa yang dilakukan oleh Hefriansyah di luar akal sehat, karena hanya dalam hitungan hari sudah melupakan partai yang telah menjadikannya pemimpin di kota ini. Bahkan, dia menampilkan kedekatan dengan Tengku Erry (Nasdem), yang akan menjadi lawan terbesar PD di Pilgubsu 2018 mendatang.

“Apakah itu pantas dilakukan? Dalam politik itu, semua serba mungkin namun jangan hilang etika, karena itu yang akan meredam permasalahan yang akan muncul ke depannya,” ungkap pengacara muda ini, Sabtu (9/9/2017), di kantor hetanews, Jalan Narumonda Bawah, Siantar.

Saat ditanya, apakah ada kemungkinan PD akan menggunakan Togar untuk mengganggu Hefriansyah?, dengan tegas Reinhard mengatakan, itu adalah kemungkinan terbesar yang sekarang ini terbentang di hadapan semua warga Siantar.

“Siantar ada kemungkinan ‘chaos’ dalam pilgubsu, karena terjadi pertarungan antara Hefriansyah dengan Togar,” tegasnya.

Lanjut Reinhrad, calon Gubsu dari PD adalah JR Saragih, awalnya ingin menjadikan kota Siantar sebagai ‘base camp’ politik untuk merebut orang nomor satu di Sumut.

Melihat langkah politik Hefriansyah yang telah mengecewakan PD, dan terendus mendukung pergerakan Tengku Erry di Siantar, Togar akan menjadi senjata ampuh untuk mengganggu rencana tersebut.

Sedangkan Togar sendiri, selain membawa kepentingan PD, juga mengemban kepentingan tim alm Hulman, yang tidak lagi digunakan jasanya oleh Hefriansyah, akan lebih memiliki kepercayaan diri tinggi untuk menjadi Wakil Wali Kota Siantar.

“Menurut prediksi saya, bukan sebagai pendamping tapi menjadi saingan terselubung, yang sewaktu-waktu bisa nyelip ke depan, apabila ada kesalahan yang terlihat. Apalagi adanya dukungan JR Saragih, petarungan itu tidak akan terelakan lagi,” jelasnya.

Sebelum mengakhiri, Reinhard hanya berpesan kepada pemimpin kota ini, sah-sah saja bila memiliki kepentingan yang berbeda tapi jangan sampai mengorbankan warga Siantar, karena bisa bertindak untuk menjadi kekuatan terbesar membendung kepentingan terselubung tersebut. “Silahkan bertarung, tapi jangan korbankan warga,” pesannya.