Siantar, hetanews.com - Sejak Oktober 2015, usai alm Hulman Sitorus dan Koni Ismail Siregar, mengakhiri masa jabatannya sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota periode 2010 – 2015, Kota Siantar hingga saat ini dinakhodai satu pemimpin, yakni Pj Wali Kota (3 kali pergantian), Wakil Wali Kota (Plh Walikota) dan Wali Kota definitif (Agustus 2017 dilantik).

Seharusnya, usai Pilkada yang diselenggarakan sekitar bulan November 2016 lalu, Siantar memiliki pemimpin yang komplit.

Hanya saja, alm Hulman Sitorus terlebih dahulu dipanggil Tuhan, sehingga pada bulan Febuari 2017 lalu, hanya Hefriansyah Wakil Wali Kota yang dilantik oleh Gubsu, kemudian dilantik menjadi Wali Kota sekitar 6 bulan kemudian.

Menurut pengamat politik, Willy Sidauruk, ada perubahan politik yang siginifikan usai alm Hulman Sitorus, meninggal dunia.

Hefriansyah yang pada mulanya hanya mempersiapkan diri sebagai wakil, mendapat ‘kejutan’ untuk menjadi pemimpin di kota ini.

Bila melihat rekam jejak dari Hefriansyah, lanjutnya, sebenarnya belum pantas untuk menjadi pemimpin di Siantar.

Selain belum dikenal oleh khalayak umum, perjalanan Hefriansyah belum ada menunjukkan sebuah prestasi, yang bisa dijadikan warga untuk menilai sejauh mana kinerjanya membawa perubahan di Siantar.

Selain itu, setelah menjabat sebagai Plh Wali Kota, Hefriansyah, kata Willy, tidak menunjukkan sebuah sikap persahabatan dengan tim alm Hulman Sitorus, yang mungkin bisa menjadi musuh dalam selimut di kemudian hari.

“Kita bisa baca di media, bagaimana sekarang ini Tim 9 alm Hulman tidak lagi sejalan dengan beliau. Apakah sudah ambil langkah masing-masing?” ungkap pengacara muda ini, di kantornya, Jalan Narumonda Bawah No 47, Kecamatan Siantar Selatan, Sabtu (9/9/2017).

Menurut Willy, yang dilakukan Hefriansyah dengan meninggalkan tim terdahulunya dan membuat tim baru, diprediksi akan menjadi salah satu penghambat terbesar dirinya untuk lebih nyaman memimpin di Siantar karena ragam kepentingan yang tidak terakomodir.

Tanggal 11 September 2017, DPRD akan melakukan pemilihan Wakil Wali Kota Siantar, dimana ada nama Togar Sitorus yang digadang-gadang akan mendampingi Hefriansyah.

Melihat kedekatan Togar dengan mantan tim alm Hulman, terang Willy, akan berdampak pada laju pemerintahan ini kedepannya.

“Tim alm Hulman yang sudah tidak dipandang lagi sama Hefriansyah tentu tidak akan terima dengan perlakuan ini. Mereka akan menyusun kekuatan dibelakang Togar untuk menggoyang Hefriansyah. Itu prediksi saya,” jelas Willy.

Lalu, bagaimana kelanjutan pemerintahan ini usai terpilihnya Wakil Wali Kota Siantar, apakah menjadi awal dari kebangkitan atau malah menjadi dimulainya kehancuran (perseteruan antara Hefriansyah dengan Togar)?

“Kalau menurut saya, pemilihan Wakil Wali Kota akan menjadi babak baru dimulainya perseteruan Hefriansyah dengan Togar, atau dimulainya pertarungan antara tim Hefriansyah dengan tim Togar (tim alm Hulman).