Siantar, hetanews.com - Saat ini Wakil Wali Kota Siantar sedang dalam proses pembahasan oleh DPRD Kota Siantar, dan informasinya sosok paling kuat yakni, Togar Sitorus mendampingi Hefriansyah (Wali Kota).

Di samping itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Siantar juga dalam proses seleksi dan masih dijabat Pelaksana Tugas (Plt), Resman Panjaitan. Lalu bagaimana nantinya Kota Siantar di tangan ketiga orang  tersebut?

Menurut salah seorang pengamat pemerintahan, Kristian Silitonga, bahwa sebenarnya posisi Wakil dan Sekda tidak menentukan untuk kemajuan suatu daerah. Alasannya, kata Kristian, kemajuan kota ini tergantung dari kemampuan kepala daerahnya.

"Dalam era otonomi sekarang, kenyataan di banyak daerah, menunjukkan titik kunci kualitas pemerintah daerah lebih terletak pada kapasitas dan kemampuannya. Sedangkan posisi wakil tidak menentukan. Yang terpenting sebenarnya bagaimana arah kebijakan lebih bertumpu pada kebijakan kepala daerah, insiasinya ada di sana. Wakil sifatnya membantu tugas kepala daerah, tanpa wakil pun sejauh mana saudara Hefriansyah melaksanakan kebijaakan di kota ini dan kalaupun wakil terpilih, itu lebih memperkuat pemerintahan," ucapnya. 

Kristian menyebutkan, bahwa sampai saat ini, dirinya belum melihat adanya kebijakan Pemko Siantar yang menunjukkan ke arah pembangunan. "Saya lihat cenderung berjalan program bersifat rutin, sebenarnya mau dibawa kemana Siantar ini, harus ada titik tekan atau style kepemimpinan,” kata Kristian, kemarin.

Dia mengharapkan agar Hefriansyah berani dan memiliki inovatif tidak hanya berada dalam zona aman. Dia berharap visi misi ketika Hefriansyah kampanye dulu dapat dijalankan. "Saya berharap pemimpin kita punya nyali tidak mengambil zona aman. Kalau pemimpin kita punya nyali, Siantar bisa maju, ini soal kreatifitas, agar Siantar tidak stagnan saja,” harapnya.

Ditambah lagi, kata Kristian, bahwa Hefriansyah tidak memiliki beban politik ketika masih berkampanye pada waktu Pilkada lalu. Sehingga dia sangat menyakini, jika Hefriansyah memiliki keberanian dan inovatif maka Kota Siantar akan semakin maju.

“Ketika pemimpin tadi tidak berani mengambil kebijakan, itulah dosa politik paling fatal," tegasnya.