Siantar, hetanews.com - J Hasibuan (51), bak disambar petir setelah mendapat kabar, putri kandungnya, berinisial DPSH yang masih berusia 14 tahun yang duduk di bangku kelas II SMP ini, menjadi budak seks P Sianturi (51).

Lebih bejatnya, P Sianturi adalah ayah tiri dari korban karena orang tua korban sudah berpisah. Selama ini, korban tinggal di kediaman ayah tirinya itu, di Jalan Makmur Bawah, Kelurahan Asuhan, Kecamatan Siantar Timur.

Perbuatan bejat ini telah dilakukan P Sianturi sejak setahun belakangan ini, tepatnya Oktober 2016 lalu dan terakhir ada 20 Agustus 2017 lalu.

Lebih sedihnya, J Hasibuan yang juga tinggal di Jalan Makmur Bawah, mengetahui kejadian ini dari warga setempat dan juga Ketua RT setempat pada Selasa (29/8/2017) lalu.

Ia kemudian mendatangi sekolah tempat putri kandungnya itu belajar. Di sana, ia berpesan kepada korban, agar tidak pulang ke rumah ayah tirinya itu, namun ke rumahnya. Pesan itu dilaksanakan korban.

Di rumahnya itulah, korban menceritakan semua kejadian pedih yang dialaminya selama setahun belakangan ini. Semenjak ia masih duduk di bangku kelas I SMP, tepatnya Oktober 2016.

Korban tidak mau menceritakan aib itu karena selalu diancam ayah tirinya akan dibunuh setelah melampiaskan nafsu bejatnya itu. J Hasibuan pun menangis mendengar kesaksian putri kandungnya itu.

Mereka pun sama-sama mendatangi Polres Siantar untuk melaporkan kejadian tersebut pada Jumat (1/9/2017) lalu. Kepolisian pun langsung bergerak cepat. Malam itu juga pukul 22.00 WIB, petugas Kepolisian mencari P Sianturi.

Mengetahui dirinya menjadi incaran petugas, P Sianturi berusaha melarikan diri dengan memanjat atap seng tetangganya. Namun, petugas mengancam menembaknya apabila dirinya kabur.

Nyalinya yang besar saat mencabuli putri tirinya pun langsung ciut mendengar ancaman petugas yang akan akan menembaknya. Ia menyerahkan diri dan kini telah ditahan serta dilakukan pemeriksaan di Mapolres Siantar.

Kasat Reskrim Polres Siantar, AKP Restuadi melalui Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), Aiptu Malon Siagian, membenarkan penangkapan P Sianturi.

Rencananya, besok, Senin (4/9/2017), korban akan divisum di RSUD Djasamen Saragih Siantar.