HETANEWS

Goni Rusak dan Berlubang, Berat Raskin Bulog Berkurang di Tanah Jawa

Goni Raskin Bulog tampak rusak dan berlubang.(foto/zai)

Simalungun, hetanews.com - Rata-rata ukuran berat beras untuk warga kurang mampu atau beras sejahtera (rastra) yang disalurkan ke Kecamatan Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun, berkurang dari ketentuan  isi 50 kg.

Kekurangan ini diyakini karena goni rasta atau disebut raskin dari Bulog isi 50 kg itu marak lubang.

Sejumlah Kepala Dusun atau Gamot di sejumlah Nagori di Kecamatan Tanah Jawa, Kamis (31/8/2017) mengaku, terjadinya penyusutan isi dari goni raskin yang disalurkan Bulog ke wilayah Kecamatan Tanah Jawa menjadi kendala bagi pihaknya dalam mendistribusikan.

"Setiap temuan itu kami keluhkan, Pangulu selalunya mengatakan adanya lubang pada goni itu sudah dari sononya, bilang dari pelabuhan. Sementara, kami yang mendistribusikan jadi kewalahan. Karena rumah tangga sasaran (RTS)  tak mau tau," ujar mereka.

Dikatakan mereka, adanya penyusutan tidak hanya terjadi pada penebusan dan pendistribusian bulan ini. Akan tapi selalu dan rata - rata pengurangan berat dari isi 50 kg yakni seberat 1 kg. Dan sampai saat ini belum ada penjelasan, terkait penyebabnya.

Ketua Satker Bulog Sub Divre Siantar, Sugandi Siregar, mengaku terkejut atas apa yang disampaikan.

"Gak ada melapor Pangulu, sementara sebelumnya sudah kita anjurkan agar segera melapor bila terjadi hal seperti itu, " ujarnya via telepon.

Dikatakan, kalau masuk, mereka selalu menimbang beras itu.

"Dan kalau mau kami salurkan, juga ditimbang dengan tera negara. Walau tidak secara menyeluruh, dan kami melarang pekerja menggunakan gancu disaat membongkar ataupun memuat," katanya.

Apakah saat akan menyalurkan, pihak Bulog ada memeriksa kerusakan ataupu lubang lubang pada goni, dia mengakuinya, tetapi tidak secara menyeluruh.

"Dan kami juga ada menyuling untuk melihat dan menentukan kualitas raskin itu, " ujarnya.

"Gak tau, apakah kerusakan dan adanya lubang pada goni akibat ulah para kernek (kondektur) truk. Kalau seperti itu saya tuduh, pihak transport akan melabrak saya, ujarnya.

"Apakah konfirmasi ini bapak mau ekspos. Janganlah, karena pada dasarnya saya tak setuju memberi keterangan melalui telepon seluler," ungkapnya menjawab pertanyaan hetanews.

Penulis: zai. Editor: gun.