HETANEWS

Nota Pembelaan Kakek Cabul Ini Dimentahkan JPU

Terdakwa Ernis Pardede ketika dibawa ke ruang tahanan PN Siantar.(foto/res)

Siantar, hetanews.com - Nota pembelaan terdakwa Ernis Pardede, ditolak Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam kasus pencabulan anak di bawah umur, di Pengadilan Negeri (PN) Siantar, Rabu (30/8/2017). 

JPU Samuel Sinaga menjelaskan, bahwa penasehat hukum terdakwa, yaitu Baharudin membacakan nota pembelaan pada tanggal 24 Agustus 2017 lalu dan melampirkan 7 lembar surat keterangan dokter saat terdakwa berobat. 

Namun bukti keterangan berobat tersebut tidak ada yang menerangkan atau menyatakan, kalau terdakwa tidak dapat melakukan persetubuhan. Dan dalam hal ini bukti tersebut dikesampingkan. 

Sehingga fakta persidangan bahwa terdakwa mengatakan "Ayo main perkosa-perkosaan" terhadap saksi korban RP dihubungkan dengan keterangan saksi-saksi dan keterangan ahli.

Dengan demikian, dakwaan atau tuntutan pidana yang disusun secara subsidaritas dimana unsur pasal 81 ayat (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. 

Untuk itu, JPU menolak pledoi penasehat hukum terdakwa Ernis Pardede dan menyatakan surat dakwaan atau tuntutan pidana atas diri terdakwa nomor register perkara PDM 66/PSIAN/Euh.2/05/2017 tanggal 15 Agustus 2017 adalah sah menurut hukum, dan melanjutkan pemeriksaan atas nama terdakwa Ernis Pardede. 

Selesai JPU membacakan tanggapan atas pledoi untuk terdakwa, lalu ketua majelis hakim, Fitra Dewi menutup persidangan dan akan membuka sidang pada minggu depan. 

"Sidang akan kita lanjutkan pada minggu depan pada tanggal 6 September 2017 dengan agenda putusan,"tutup Fitra dewi sembari mengetuk palu.

Baca Juga: Dituntut 10 Tahun, Ayah Tiri Cabul Ini Ajukan Pledoi

Sekedar diketahui, terdakwa Ernis melakukan pencabulan terhadap anak tirinya berinisal RP (11) tersebut, pertama kali pada Februari 2014  pukul 20.00 WIB, tepatnya di rumah terdakwa, di Jalan Bahkora II Bawah Suka Samosir, Kelurahan Suka Raja, Kecamatan Siantar Marihat. 

Dan kebetulan saksi korban sedang menonton TV. Lalu terdakwa mendekatinya dan merebahkan tubuh saksi korban ke lantai. Kemudian terdakwa membuka celananya dan celana saksi korban hingga puas mencabulinya.

Kemudian terdakwa mengancam dengan mengatakan "Jangan kasih tau kakak mu atau bou mu, nanti ku pukul kau,".

Hal itu bukan hanya sekali dilakukan terdakwa kepada saksi korban tapi berulang ulang kali.

Penulis: res. Editor: gun.

Ikuti kami di Twitter, Instagram, Youtube, dan Google News untuk selalu mendapatkan artikel berita terbaru dari Heta News.