HETANEWS.COM

Hukuman Pemilik Sabu Ini Lebih Tinggi dari Tuntutan Jaksa

Terdakwa Jamal Ludianto digiring jaksa keluar sidang menuju ruang tahanan sementara di PN Simalungun. (foto/ayu)

Simalungun, hetanews.com - Jamal Ludianto (19), penduduk Huta IV Bandar Hataran, Nagori Bandar Jawa, Kecamatan Bandar, divonis 7 tahun penjara, denda Rp.800 juta subsider 3 bulan bui oleh majelis hakim, Hendrawan Nainggolan, Nasfi Firdaus dan Justiar Ronald, di Pengadilan Negeri (PN) Simalungun, Rabu (30/8/2017).

Vonis tersebut lebih tinggi dari tuntutan jaksa Ria Tambunan, yang semula menuntut pidana penjara selama 6 tahun dan denda. Hal yang memberatkan karena terdakwa memberikan keterangan berbelit-belit dan mempersulit jalannya persidangan. Terdakwa dipersalahkan melanggar pasal 112 (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika atas kepemilikan1,52 gram sabu.

Terdakwa diringkus petugas Satuan Reserse Narkoba Polres Simalungun di rumahnya, Rabu, 22 Pebruari 2017 sekira pukul 01.00 WIB, setelah mendapatkan informasi tentang seringnya rumah terdakwa dijadikan sebagai tempat transaksi narkotika.

Saat digerebek di rumahnya,  2 temannya, Jamiono dan Andar (DPO) berhasil kabur melalui pintu belakang. Hasilnya, petugas menyita barang bukti 3 paket sabu dari dalam jerigen yang dipotong , 31 plastik klip bening kosong dan potongan pipet berbentuk sekop.

Sabu sebanyak itu diakui terdakwa dibeli dari Jumiono sebanyak 1,52 gram. Terdakwa dalam persidangan didampingi pengacara Antoni Sumihar Purba, menyatakan pikir-pikir atas putusan tersebut.

Penulis: ay. Editor: gun.

Masukkan alamat E-mail Anda di bawah ini untuk berlangganan artikel berita dari Heta News.

Jangan lupa untuk memeriksa kotak masuk E-mail Anda untuk mengkonfirmasi!

Masukkan alamat E-mail Anda di bawah ini untuk berlangganan artikel berita dari Heta News.

Jangan lupa untuk memeriksa kotak masuk E-mail Anda untuk mengkonfirmasi!