HETANEWS

Supir Angkot Ria Jaya Divonis 8 Tahun Penjara, Ini Kasusnya

Denny Indra Manalu ketika berdiri di depan majelis hakim.(foto/res)

Siantar, hetanews.com - Bukan sekali atau dua kali tapi sampai 10 kali mencabuli anak dibawah umur hingga terdakwa Deny Indra Pratama Manalu (20) harus divonis 8 tahun penjara oleh majelis hakim, di Pengadilan Negeri (PN) Siantar, Rabu (30/8/2017).

"Memvonis terdakwa Deny selama 8 tahun penjara dengan denda sebesar Rp 50 juta subsider 4 bulan kurungan penjara," kata Ketua Majelis Hakim, M Nuzuli dalam putusannya. 

Deny juga terbukti bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana diatur dalam pasal 81 ayat (2) Undang-Undang (UU) RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, sebagaimana dalam surat dakwaan pertama-subsider penuntut umum. 

Putusan yang diberikan majelis hakim ini sangat rendah dibandingkan dengan tuntutan Jaksa Penutut Umum (JPU), Anna Lusiana, menuntut terdakwa 10 tahun penjara dengan denda Rp. 60 juta subsider 6 bulan kurungan penjara. 

Adapun hal yang memberatkan terdakwa, mengakibatkan korban kehilangan keperawanannya, sehingga merusak masa depannya. Terdakwa berbelit dalam memberikan keterangan dan tidak menunjukkan penyesalan. Hal yang meringakankan, terdakwa masih muda (umur 20 tahun) dan juga menjadi tulang punggung keluarga. 

Terdakwa yang didampingi kuasa hukumnya, Alexander Harefa saat ditanya ketua majelis hakim, M Nuzuli dengan dua hakim anggota, Fytta Sipayung, dan Simon Sitorus, apakah menerima putusan yang diberikan oleh majelis hakim, pikir-pikir, atau menolak.  

Namun kuasa hukum terdakwa mengatakan akan pikir-pikir dalam putusan yang diberikan majelis hakim. "Pikir-pikir yang mulia,"ucap kuasa hukum Alexander Harefa kepada majelis hakim. 

Mendengar jawaban dari kuasa hukum terdakwa, majelis hakim memberikan waktu selama 7 hari kepada terdakwa dan kuasa hukumnya untuk pikir-pikir. " Baiklah majelis hakim untuk persidangan kasus pidana pencabulan memberikan waktu selama 7 hari kepada terdakwa untuk berpikir-pikir dalam putusan yang diberikan majelis hakim,"tutup M Nuzuli. 

Sekedar diketahui, bahwa terdakwa berhasil diringkus dari sebuah penginapan Pulo Kumba di Jalan Rakkuta Sembiring, Kelurahan Nagapita, Kecamatan Siantar Martoba, Selasa (28/2/2017).

Dan sebelum kejadian penangkapan itu, bermula Deny yang membawa angkot Ria Jaya menjemput korban yang juga pacarnya dari rumahnya dan langsung dibawa ke rumah pelaku.  Akibatnya, keberadaan korban tidak diketahui oleh orang tuanya selama 1 minggu dan dilaporkan ke Polres Siantar.

Saat korban menginap di rumah Deny,  Senin (20/2/2017) pukul 01.00 WIB, pelaku tiba-tiba masuk ke kamar dan melakukan tindakan asusila.

Perbuatan yang sama kembali dilakukan Deny berselang 5 hari kemudian. Deny mencabuli korban di salah satu kamar Penginapan Pulo Gumba, Minggu (26/2/2017) sekira pukul 02.30 WIB.

Puas melakukan aksi bejatnya, Deny langsung meninggalkan korban, di salah satu warung, di Jalan Rakutta Sembiring. Ibu kandung korban, T br Ngl (49) akhirnya mendapatkan informasi putrinya sudah ditemukan.

Dengan terburu-buru, sang ibu langsung berangkat menemui putrinya yang sudah1 minggu tidak pulang ke rumahnya. Saat tiba di rumah ketika ditanyai orang tuanya, korban pun mengaku kalau dirinya sudah disetubuhi Deny.

Penulis: res. Editor: gun.