HETANEWS

Pembobol Mesin ATM Diungkap Tim Sat Reskrim Polres Asahan, Ini Nama Tersangka

Kapolres Asahan AKBP Kobul Syarin Ritonga saat mengintrogasi para tersangka. (foto : Heru)

Asahan, hetanews.com -  Komplotan pencuri uang melalui mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM), di mesin ATM BRI, di depan Klinik Permata Hati, Jalan Juanda, Kelurahan Karang Anyer, Kecamatan Kisaran Barat, Kabupaten Asahan, akhirnya diinapkan di sel tahanan Polres Asahan untuk diproses hukum lebih lanjut, Selasa (29/8/2017). 

Kapolres Asahan, AKBP Kobul Syahrin Ritonga didampingi Kasat Reskrim, AKP Bayu Putra Sama mengatakan, pengungkapan kasus sindikat pembobolan mesin ATM ini berawal dari laporan sejumlah nasabah yang mengaku uang dalam tabungannya berkurang tanpa diketahui, sehingga pihak bank melakukan monitoring.  

"Awalnya pada mesin ATM yang berlokasi di Klinik Permata Bunda itu. Dari lokasi Mesin ATM di Jalan Juanda berhasil diamankan tiga orang yaitu Imam Santoso (44) , Nurtuni Tanjung (42) dan Sri Yanti (39), sehingga tim reskrim yang dipimpin Ipda Khomaini melakukan pengembangan dan berhasil membekuk 2 orang lagi di Medan, Irfan syahrial (38), dibekuk di Medan Tembung, 27 Agustus 2017, lalu Syaiful Pranoto (33) dibekuk di Medan Johor pada hari yang sama juga, “ujar Kapolres Asahan. 

Sementara itu Kanit Jatanras, Ipda Komaini secara terpisah kepada hetanews mengatakan, mereka ini biasa melakukan aksinya dengan cara mencari lokasi yang mereka anggap aman untuk melakukan tindakan kejahatannya dengan target mesin ATM yang sedang dilakukan transaksi penarikan uang dan menjual jasa seolah -olah membantu korbannya. 

Masih Khomaini, kerugian mencapai 50 jutaan dengan lokasi mesin ATM berbeda, diantaranya di ATM BRI Juanda Kisaran, ATM Mandiri Simpang Empat Asahan, ATM  BRI Jalan Imam Bonjol Kisaran, ATM BRI SPBU Tebing Tinggi,  ATM BRI SPBU Rantau Prapat, ATM BRI SPBU Sutomo Medan,  ATM RSU Kisaran , ATM BRI Sentang Kisaran, ATM  BRI Jalan Cokro Aminoto Kisaran dan ATM BRI Pesantren Daar Al Ulum Kisaran. 

Para tersangka dan barang bukti buku tabungan, ATM dan beberapa HP. (foto:Heru)

"Sedang untuk pasal akan kita sangkakan dengan pasal 363 ayat (1) ke 4e dan ke 5e dari KUHPidana dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara,”katanya. 

Sementara itu, Kepala kantor Bank Sumut, Yogie Wirawan yang turut menghadiri pres release mengakui, bahwa mesin ATM sudah sesuai dengan prosedur keamanan, sehingga bila ada yang dicurigai lebih baik melaporkan kepada pihak security sekitar ATM. 

"Bila ada keganjilan laporkan kepada security dan jangan mempercayakan kepada orang tidak dikenal , lalu tetap lah melindungi nomor pin untuk tidak memperlihatkan kepada siapapun saat melakukan pengetikan nomor di mesin ATM, “himbaunya. 

Sementara itu, kronologi cara pelaku saat beraksi  yakni para pelaku dengan cara memasukkan tusuk gigi kedalam lobang tempat memasukkan kartu ATM. Tujuannya adalah untuk membuat kartu ATM tersangkut di dalam mesin.

Dengan jebakan itu, korban merasa kebingungan, lalu  para pelaku datang menghampiri dan berpura-pura mau membantu untuk mengeluarkan kartu. Selanjutnya pelaku meminta korban untuk memasukkan ulang nomor PIN. Namun, kartu  ATM tetap tidak bisa keluar. Tapi, pada proses memasukkan nomor PIN, pelaku lebih dulu mengingat nomor PIN yang di tekan korban pada mesin. 

Selanjutnya, setelah gagal mengeluarkan kartu, para pelaku menyarankan kepada korban untuk melapor kepada pihak Bank.  Setelah korban pergi melaporkan kepada pihak Bank, maka para pelaku  segera  mengeluarkan kartu dan kabur. Lalu mereka akan menarik uang pada ATM yang berbeda agar supaya jangan terlacak.

Penulis: heru. Editor: gun.