Labuhanbatu, hetanews.com Aneh, kalimat itu dikeluarkan oleh Hermadani Nasution (40) alias Dogol, Desa Sei Kasih, Kecamatan Bilah Hilir, Kabupaten Labuhanbatu.

Pasalnya, sudah 6 bulan lamanya hasil otopsi almarhum adik kandungnya, Saparuddin Nasution alias Unyil (30), napi kasus narkoba yang tewas di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Rantauprapat, Labuhanbatu belum juga diketahui pihak keluarga.

Padahal kuburan almarhum Unyil sudah dibongkar tim forensik Polda Sumatera Utara (Poldasu) pada Kamis (23/2/2017) lalu. Kasus kematian yang diduga tak wajar itu juga telah dilaporkan pada Selasa (20/9/2016) lalu, sesuai laporan polisi nomor: LP/1754/ lX/2016/SU/RES-LBH.

Meski sudah dipertanyakan pihak keluarga berkali-kali, namun belum ada kepastian kapan akan diketahui hasil otopsinya. Padahal dengan hasil otopsi tersebut bisa diketahui, korban tewas karena sakit atau karena penganiayaan.

“Belum ada kami terima hasil otopsi almarhum adik kami Unyil bang. Waktu pembongkaran kuburannya pihak dokter forensik mengatakan kepada keluarga hasil otopsi akan diketahui setelah dua minggu paling lama, maksimal,” kata Dogol, Minggu (27/8/2017).

“Namun sampai saat ini kami belum mengetahui apa hasilnya, ditanya sama penyidiknya, jawabnya tidak pasti, nantilah kalau sudah datang hasilnya dari Polda kita baca sama-sama kata penyidiknya. Yang pasti keluarga kecewalah,” kata Dogol lagi.

Dogol menyebutkan akan menunggu apapun hasil otopsi tersebut. Namun jika hasilnya tidak sesuai dengan apa yang diprediksi, maka keluarga akan melakukan otopsi ulang ke Siantar.

“Kita akan tunggu apapun hasil otopsinya, kalau kita tidak puas hasilnya, kita otopsi aja lagi sendiri, kita bawa ke Siantar jadi bisa langsung kita komunikasi sama dokter otopsinya,” sebutnya.

Dogol dan keluarga berkeyakinan penuh bahwa hasil otopsi tersebut positif adanya penganiayaan hingga menewaskan almarhum Unyil.

“Ya kami berkeyakinan penuh, bahwa hasil otopsi itu positif adanya penganiayaan. Sebelum kabar meninggalnya adik kami itu saat hari raya haji, kami baru saja berkomunikasi sama almarhum.Setelah selesai komunikasi tiba- tiba kami dapat kabar Unyil meninggal. Saat kami mau datang melihatnya tidak dikasih pihak Lapas dengan alasan jasad Unyil akan diantar ke rumah,” kenangnya.

“Saat kami cek jasadnya, wajah lebam dan mulut mengeluarkan darah dan keluarga tidak mau menandatangani surat penyerahan mayat Unyil,” tandasnya.

Kapolres Labuhanbatu AKBP Frido Situmorang saat dikonfirmasi terkait hasil otopsi Unyil menjelaskan, pihaknya juga belum mendapatkan hasil otopsi tersebut dari pihak Poldasu.

“Sampai saat ini hasil otopsi belum diterima penyidik mas, tapi sudah diperintahkan untuk menanyakan ke Labfor mas,”  kata Frido melalui pesan WhatsApp (WA).