Siantar, hetanews.com - Polisi masih memeriksa oknum Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Siantar, berinisial HP.

Hanya saja terkait kasusnya polisi belum mau memberikan keterangan lebih jauh.

Oknum lembaga penegak hukum itu ditangkap, Jumat (25/8/2017) malam, pukul 22.00 WIB. HP diduga menerima uang dari J, warga Kampung Banjar, Kecamatan Siantar Barat.

Kasat Reskrim, AKP Polres Siantar, AKP Restuadi mengatakan, HP diciduk 4 orang petugas Reserse Kriminal usai menerima sejumlah uang dari J, di Jalan Sudirman, simpang Jalan WR Supratman, Pujasera, Kota Siantar.

"(J) dari sore harinya melapor ke kita soal itu (dimintai uang oleh HP). Dia melaporkannya melalui telepon seluler," kata Restuadi tanpa merinci sore itu, tepatnya pada pukul berapa.

HP dan J diamankan saat bersamaan di lokasi tersebut. "Ia mereka berdua disitu," katanya.

Dirinya juga enggan merinci jumlah uang permintaan HP. Hanya saja, lanjutnya, terkait kasusnya pihaknya berhasil menyita uang tunai mencapai Rp10 juta.

"Saya juga belum tau pasti (HP minta berapa), uang yang ada (sebagai barang bukti) sebesar 10 juta rupiah," katanya singkat, Sabtu (26/8/2017).

Baca Juga: Oknum Petugas BNNK Siantar Diduga Memeras Rp 5 Juta

Di tempat terpisah, Kepala Bagian Operasional Reskrim, Iptu Junjungan Simanjuntak menyatakan, pihaknya menunggu gelar perkara kasusnya. Sementara HP masih berstatus saksi. 

"Tunggu lah dulu masih diperiksa juga, kita mau gelar perkara. Yang pastinya karena dia penyelenggara negara (PNS) maka bisa dikenakan UU Tipikor, tapi tunggu lah dulu ya," katanya.