Siantar, hetanews.com - Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Siantar AKP Restuadi tak menampik pihaknya menangkap anggota Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Siantar berinsial HP terkait kasus dugaan kasus suap.

Kasus ini diungkap hasil Operasi Tangkap Tangan (OTT).

"Iya, benar dugaan kasus suap," kata Restuadi saat bertemu awak media di Mapolres Siantar, Sabtu dini hari (26/8/2917).

Di Mapolres Siantar, HP saat berada di ruangan Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), mengenakan kaos dominan warna merah dan celana jeans panjang. Kedua tangannya terpasang borgol. 

Kendati begitu, penampakan HP yang berada persis di dekat pintu masuk ruangan tak berlangsung lama. Salah seorang petugas yang mengetahui adanya awak media langsung menutup pintu ruangan.

Barang bukti uang disita petugas mencapai diperkirakan mencapai Rp 10 juta. Hal ini terkuak ketika AKP Restuadi menanyai jumlah terduga pelaku yang diamankan kepada salah seorang anggotanya yang keluar dari ruang Unit Tipikor. Hanya saja, anggota juru periksa (juper) tersebut malah menjawab jumlah uang disita. 

"Sepuluh juta pak," tandas Juper tersebut. Jawaban itu spontan dijawab Restuadi dengan mengatakan "bukan, jumlah orang yang diamankan?". "Satu orang," balas Juper kembali.

Restuadi saat berjumpa dengan awak media di luar ruangan tampak hendak segera bergegas pulang. Dirinya belum mau memberikan penjelasan lebih lanjut terkait kasus itu.

Polisi menangkap tangan anggota BNNK Siantar itu di Simpang Pujasera, Jalan Sudirman - Jalan WR Supratman, Kecamatan Siantar Barat, Jumat (25/8/2017) sekirap pukul 22.00 WIB.

HP diketahui anggota BNNK Siantar yang bertugas dibidang pemberantasan. Ia sempat menjadi pusat perhatian publik saat dirinya mengagalkan upaya suap Rp 60 juta dari tersangka Irwan Memori Napitu di Kantor BNNK Jalan Keselamatan, Kecamatan Siantar Utara, sepekan yang lalu.