HETANEWS

Antisipasi Penegak Hukum 'Dagang' Pasal, Peran Media Diperlukan

Siantar, hetanews.com - Pengamat hukum Reinhard Sinaga, menegaskan peran media diperlukan guna antisipasi oknum Aparat Penegak Hukum (APH) bermain bisnis hukum dalam perkara. 

"Saya rasa gak perlu kita sebut kasus yang mana karena kasus aparat baik oknum hakim, polisi dan jaksa yang terlibat kasus sudah banyak diberita. oknum 'nakal' bermain dengan mendagangkan pasal, hukum," katanya.

Ia mengatakan, keluarga tersangka dalam sebuah perkara disinyalir berupaya membuat tawaran kepada APH.

"Sekarang mental pejabatnya seperti apa? Soal tawaran meski belum dipastikan kita tidak punya bukti. Tapi dari sebuah persidangan bisa kita lihat jumlah barang bukti dan tuntutan sangat banyak yang ranchu. Kita hanya bisa melihat berarti dari situ permainannya," ujar Reinhard yang juga pengacara Posbakum.

"Misalkan ada tertangkap tangan kasus narkoba, karena tidak ada uangnya dipaksakan pasal 112 atau memaksakan tuntutan tinggi. Hal ini sering terjadi jika tangan kosong, kalau ada uang beda lagi. Misal, dikenakan pasal 131 (mengetahui tapi tidak memberi tahu). Pasal 132 (pemufakatan jahat) kalau kosong lagi," bebernya.

Beberapa kecurangan seperti itu, lanjutnya, perlu diantisipasi. Salah satunya peran media harus digenjot terus mengikuti perkembangan kasus dari awal hingga persidangan.

"Yang pertama peran media.Media harus memahami undang-undang. Misal kasus narkoba yang sering dibuat 127, 112 dan 114 dan 132. Jurnalis harus bisa mengikuti itu dan membenturkan dengan aparat penegak hukum, pengamat hukum atau jaksa dan hakim. Hanya cara ini yang bisa untuk mengatisipasi itu," Reinhard menandaskan, kemarin.

Penulis: bt. Editor: gun.