HETANEWS.COM

Ketua Pengadilan Negeri Simalungun "Pemborong" Perkara

Lisfer Berutu (Kanan) saat serah terima jabatan Ketua Pengadilan Negeri Simalungun.(Foto/Blog PN Simalungun)

Simalungun, hetanews.com - Ketua Pengadilan Negeri (PN) Simalungun, Lisfer Berutu, terbukti sebagai "pemborong" perkara.

Faktanya seperti pantauan wartawan, Kamis (24/8/2017), di ruang sidang Candra, orang nomor satu di kantor itu menyidangkan lebih dari 10-20 perkara dengan terdakwa hampir 30 orang terlihat memadati ruang sidang belakang kantor itu.

Informasi yang dihimpun hetanews, Kamis siang itu, Kejaksaan Negeri (Kejari) Simalungun membawa 42 orang tahanan yang akan disidangkan.

Faktanya, hakim lainnya hanya menyidangkan 5 atau 6 enam perkara, dan 2 perkara anak, selebihnya dimonopoli oleh Lisfer Berutu.

Dari 42 tahanan, diperkirakan 80 persen disidangkan oleh ketua PN itu.Terlihat persidangan yang dibukanya dari pukul 1.30 WIB, berlangsung hingga pukul 17.00 WIB atau sampai sore hari. Dengan kinerja seperti ini sama sekali tidak sesuai dengan visi dan misi  pengadilan yang menyidangkan perkara, dengan cepat dan efisien.

Sedangkan hakim lainnya dan panitera pengganti lainnya terlihat berleha-leha, di hari itu. Karena di ruang Candra itu, Ketua PN Simalungun menyidangkan puluhan berkas hanya dengan Panitera Parulian Hasibuan sedangkan di kantor itu tercatat belasan Panitera.

"Hal ini sudah berlangsung berminggu-minggu bahkan bulan. Seyogianya jika perkara itu dibagi, maka persidangan cepat selesai dan tahanan dapat segera dikembalikan ke Lapas," ujar seorang pegawai yang tidak bersedia disebut namanya.

Ini juga fakta yang dilihat wartawan yang melakukan peliputan setiap hari di kantor itu.

Di ruang Candra terlihat, puluhan tahanan mengantri dengan duduk di ruang sidang, juga jaksa mengantri yang sejak pagi serta pengacara menunggu giliran. Tak heran jika sidang pukul 17.00 WIB  belum selesai digelar karena disidangkan oleh satu majelis hakim pimpinan Lisfer Berutu yang rata-rata perkara narkotika dan perjudian.

Penulis: ay. Editor: gun.

Masukkan alamat E-mail Anda di bawah ini untuk berlangganan artikel berita dari Heta News.

Jangan lupa untuk memeriksa kotak masuk E-mail Anda untuk mengkonfirmasi!

Masukkan alamat E-mail Anda di bawah ini untuk berlangganan artikel berita dari Heta News.

Jangan lupa untuk memeriksa kotak masuk E-mail Anda untuk mengkonfirmasi!