HETANEWS.COM

Dalih Jembatan Rusak, Camat Bilah Hilir Kutip Rp 71 Juta

Kondisi jembatan yang ditimbun dengan tanah, disebut menghabiskan dana Rp 71 Juta.(foto/berman sinaga)

Labuhanbatu, hetanews.com - Pihak manejemen perusahaan perkebunan yang ada di Kecamatan Bilah Hilir, Kabupaten Labuhanbatu merasa kecewa.

Pasalnya, dana yang dikutip Camat Bilah Hilir, Bonaran Tambunan guna membeli bahan material yang berfungsi sebagai penyanggah beban sementara lantai jembatan yang rusak, dinilai tidak sesuai dengan rencana.

Akibatnya manejemen perusahaan perkebunan protes, sebab biaya talangan tidak sebanding dengan apa yang terjadi di lapangan.

Kekecewaan itu diungkapkan Humas PT Daya Labuhan Indah (DLI), Chairul Abdi kepada beberapa wartawan, minggu lalu di depan pelataran Bank Mandiri Negerilama, Kecamatan Bilah Hilir. “Kita wajar kecewa, sebab  biaya yang dikutip tidak sesuai dengan janji Camat  dan hasil pekerjaan dilapangan,” ungkap Abdi.

Dirinya ditegur oleh pimpinannya ketika bersama-sama sedang melintasi jembatan dimaksud, sebab pimpinannya menilai nilai material yang ada disana paling tinggi menelan biaya sebesar Rp 20 juta saja.

“Aku ditegur pimpinan, karena material berupa batang kelapa, plat besi dan lainnya sebagai penyanggah sementara paling tinggi Rp 20 juta saja, lalu uang lainnya kemana? "ungkapnya.     

Manejer PT Cisdane Sawit Raya (CSR), RM Joko ketika dihubungi beberapa waktu lalu, kepada wartawan, membenarkan kutipan tersebut namun dirinya tidak mengetahui persis angkanya. “Ya betul, CSR bantu pembelian material untuk jembatan itu, tapi angkanya kurang ingat,” ungkapnya.      

Humas PT Hari Sawit Jaya (HSJ), G Bangun ketika dihubungi melalui selularnya kepada wartawan mengatakan hal senada. “Betul, kita turut berpartisipasi, aku lupa jumlahnya,” ungkapnya mengaku sedang di kantor Disnaker Labuhanbatu.         

Manejer PT Sembada Sennah Maju (SSM), Sidabutar, Rabu (23/8) disalah satu Rumah Makan di Negerilama kepada wartawan mengaku, pihaknya membantu pembelian material dimaksud sebesar Rp4 jt. “Kita juga dikutip Rp4 juta Pak,” ungkap Sidabutar.          

Sebelumnya wartawan saat mengkonfirmasi Bonaran Tambunan, usai upacara peringatan HUT RI 72 di Lapangan Negerilama, Kamis (17/8/2017), tidak menampik telah melakukan pengutipan kepada sejumlah perusahaan di Bilah Hilir. Namun uang tersebut sudah habis terpakai untuk perbaikan jembatan.

"Beli plat besi, beli batang kelapa, beli tanah, gaji orang-orang itu lagi, Rp 71 juta itu habislah," terang Bonaran "Kita panggil Kapolsek dan Danramil" tambahnya.

Informasi yang didapat, beberapa waktu lalu, Muspika Bilah Hilir mengundang beberapa perusahaan perkebunan yang ada di kecamatan tersebut, disepakati bantuan  dari 4 perusahaan yakni PT CSR, PT HSJ, PT DLI dan PT SUJ masing-masing Rp14 juta, maka dana yang didapat Rp 56 juta. Ditambah lagi perusahaan perkebunan lainnya. Jadi total keseluruhannya sebesar  Rp 71 juta.

Penulis: bs. Editor: gun.

Masukkan alamat E-mail Anda di bawah ini untuk berlangganan artikel berita dari Heta News.

Jangan lupa untuk memeriksa kotak masuk E-mail Anda untuk mengkonfirmasi!

Masukkan alamat E-mail Anda di bawah ini untuk berlangganan artikel berita dari Heta News.

Jangan lupa untuk memeriksa kotak masuk E-mail Anda untuk mengkonfirmasi!