HETANEWS

Tidak Tepati Janji, Masyarakat Menilai TPL Tetap Pembodohan Lama

Kurangnya perhatian pada jalan - jalan yang rusak dan dipenuhi debu akibat ulah dari truk pengangkut milik PT TPL.(foto/aldy)

Tobasa, hetanews.com - Perusahaan yang berinvestasi di Kecamatan Parmaksian, Kabupaten Toba Samosir (Tobasa) tentu mempunyai kewajiban dalam melakukan pembinaan terhadap daerah tempat perusahaannya beroperasi.

Namun pada kenyataannya, Perusahaan PT Toba Pulp (TPL) Lestari yang beroperasi di Parmaksian ini, belum memberikan perhatiannya kepada masyarakat khususnya daerah tempat perusahaan itu beroperasi.

Seperti yang disampaikan warga Parmaksian, Erwin Sitorus, Rabu (23/8/2017). Menurutnya, desa di wilayah kecamatan Parmaksian kurang mendapatkan perhatian dari perusahaan TPL yang beroperasional di daerah tersebut. Hal itu dibuktikan dengan kurangnya perhatian pada jalan-jalan yang rusak dan dipenuhi debu akibat ulah dari truk pengangkut milik PT TPL.

“Kami tau kalau pemerintah akan membangun jalan. Namun kondisinya saat ini sudah sangat parah. Nah, kita lihat aja ini jalan untuk dilalui pengendara sepeda motor saja uda susah, seharusnya perusahaan harus merawat. Sebab jalan itukan juga digunakan mereka,” katanya.

Lebih lanjut  Erwin mengatakan, belum lagi dalam melakukan pembinaan terhadap desa. Tidak hanya perhatian untuk infrastruktur jalan saja. Namun di bidang perekrutan karyawan (tenaga kerja) juga TPL selalu mengabaikan putra daerah.

“Jangan beroperasional di daerah kami tapi tidak mau memperhatikan daerah kami,” ucapnya.

Perusahaan, ujar dia, ketika masuk ke daerah, sungguh manis bicaranya. Semua janji-janji disampaikan ke masyarakat hingga masyarakat terlena dan menerimanya. Namun sayangnya, harapan masyarakat seperti harapan pembinaan dari perusahaan jarang sekali dilaksanakan.

“Seharusnya, daerah operasional merupakan daerah yang harus diperhatikan mereka. Tidak hanya mencari keuntungan di daerah itu, tapi juga harus memperhatikannya dengan melaksanakan CSR di berbagai bidang, baik pendidikan, kesehatan maupun ketenaga kerjaan,” pungkasnya.

Penulis: aldy. Editor: gun.