HETANEWS

Kerja Tak Digaji, Tenaga Magang RSUD Memelas ke Komisi I

Dua anggota Komisi I DPRD saat menerima para tenaga magang RSUD Djasamen Saragih Siantar, di ruang Komisi I, Selasa (22/8/2017).

Siantar, hetanews.com - Puluhan tenaga magang bersama pengurus SBSI Solidaritas menyambangi Komisi I DPRD Siantar, pasca gagalnya pertemuan dengan jajaran direksi RSUD Djasamen Saragih, Selasa pagi (22/8/2017).

"Kami mau sampaikan keluh-kesah, mudah-mudahan bapak di Komisi I bisa menyikapinya ke depan. Ini persoalan tenaga magang yang selama ini gak digaji di rumah sakit, mereka kerja paling rendah 2 tahun dan paling lama 10 tahun," kata Ramlan selaku Ketua SBSI Solidaritas, mengawali pembicaraan dengan 2 orang anggota Komisi I, Tongam Pangaribuan dan Umar Silalahi.

Terhadap kedua wakil rakyat itu, Ramlan mengadukan jajaran direksi rumah sakit plat merah yang dinilainya mengelak guna membahas nasib tenaga magang yang seharusnya dibahas hari ini sesuai perjanjian, namun tidak hadiri satupun petinggi RSUD itu.

"Kami sangat kecewa dengan manajemen RSUD, pertemuan kami tanggal 18 Juli diundur hari ini, ternyata pihak manajemen dan para direktur tidak ada. Kiranya bapak bisa memberi solusi soal permasalahan tenaga magang," katanya.

Pengurus SBSI lain, Rindu Marpaung menyampaikan, status para tenaga magang itu yang tak ada kejelasan. Dirinya pun meminta agar DPRD memanggil manajemen rumah sakit.

"Bahwa mereka ditugaskan kerja di RS tapi status tak jelas, kemudian diperparah dengan tidak diberi upah. Kalau mereka disebut tenaga magang, kenapa dibuat SK, bukankan SK itu sifatnya mengikat. Sampai kini mereka disuruh kerja, tapi statusnya tidak jelas, mohon bapak dewan dibantu kami, difasilitasi untuk pertemuan mungkin dengan RDP (rapat dengar pendapat) atau cara yang lainnya," tegasnya.

Menanggapi hal itu, Tongam Pangaribuan menjawab permasalahan ini dan katanya bakal dirembukkan di Komisi I. Namun menurut Tongam, pihaknya perlu diberikan beberapa data seperti SK guna mempelajari permasalahan.

"Kami sifatnya nanti memfasilitasi, bila perlu audiensi langsung ke dirutnya. Yang jelas Komisi I siap membantu, bagaimana untuk kedepan solusi. Maka perlu kami pelajari dulu background, SK yang magang karena kalau dibilang tadi minimal tenaga ini bekerja 2 tahun berarti dulu ditangan dokter Ria," katanya.

Kemudian, salah satu tenaga yang diminta dewan berbicara mengatakan kedatangan mereka guna menunjukkan kejadian yang dialami tenaga magang sesungguhnya.

"Kedatangan kami pak tidak lain seperti yang sudah disampaikan tadi bahwa kami mau menunjukkan inilah kondisi kami tenaga magang. Untuk itu mohon bantuan dari bapak, supaya status kami diperjelas," kata salah seorang tenaga magang, Ida Damanik.

Tenaga lain, Saparuddin Nasution, mengaku sudah 10 tahun bekerja di sana. Sama seperti rekannya, pria ini juga mengharapkan masalah status mereka.

"Saya sepuluh tahun tenaga magang, kerja kami sama dengan PNS dan honor yang di sana, tapi kami tidak diberikan gaji. Bantulah kami pak Komisi I agar status kami diperjelas," atanya.

Penulis: bt. Editor: gun.