HETANEWS

Poldasu dan BNNK Siantar Beda Versi Soal Kasus Suap, Kok Bisa?

Siantar, hetanews.com - Kasus penyuapan terhadap petugas Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Siantar resmi menetapkan Irwan Memori Napitu sebagai tersangka.

Namun ternyata Polda Sumatera Utara (Poldasu) dan BNNK Siantar dinilai berbeda keterangan soal kasusnya.

Keterangan Polda Sumatera Utara:

Dari laman resmi Poldasu Irwan Memori Napitu, tersangka suap kepada petugas BNNK Siantar ditangkap oleh Satgas Saber Pungli UPP (Unit Pemberantasan Pungutan Liar) Kota Siantar.

Humas Poldasu dalam keterangannya di laman itu menyebutkan peristiwa merupakan Operasi Tangkap Tangan (OTT).

Diceritakan, kejadian berawal ketika Irwan menerima panggilan dari orang tua M Irpan Pulungan (tersangka kasus ekstasi tangkapan BNN) guna mengurus perkara Irpan agar bisa bebas atau hanya menjalani rehabilitasi, pada 17 Agustus 2017.

Maka pada Jumat (18/8/2017) sekira pukul 09.00 WIB diduga pelaku Irwan Memori Napitu mendatangi kantor BNNK Siantar dan bertemu serta berurusan dengan Hino Pasaribu yang merupakan personil BNN. Irwan menyampaikan kedatangannya untuk mengurus perkara Irpan.

“Personil BNNK Hino Pasaribu berpura-pura meminta biaya sebesar Rp 200.000.000 agar tersangka M Irpan Pulungan tidak dilakukan penahanan melainkan hanya jalani rehabilitasi,” ujar Kabid Humas Poldasu Kombes Pol Rina Sari Ginting.

Singkat cerita, Rina menyampaikan keduanya bernegosiasi dan menyepakati jumlah uang di angka Rp 60 juta. Sehingga lanjut Rina, Irwan kemudian pergi pulang menemui orang tua tersangk Irpan untuk menjemput uang.

Selanjutnya, kesempatan itu dimanfaatkan petugas BNN menghubungi Sat Reskrim Polres Siantar soal adanya pelaku penyuapan. Petugas Saber Pungli Reskrim kemudian langsung melakukan penyelidikan menuju Kantor BNNK di Jalan Keselamatan, Kecamatan Siantar Utara.

“Personil Satuan Reskrim langsung menuju ke TKP dan menunggu kedatangan diduga pelaku suap Irwan Memori Napitu,” ujar Kombes Rina, Sabtu (19/8/2017).

Tak lama kemudian, Irwan kembali mendatangi kantor BNNK dan bertemu Hino serta menyerahkan uang sebesar Rp 60 juta.

“Terduga pelaku langsung ditangkap dengan sigap oleh tim saber pungli dari Sat Reskrim Polres Siantar saat melakukan transaksi tersebut,” ujarnya.

Dari tangan tersangka petugas Saber Pungli berhasil menyita uang sebesar Rp 0 juta, 1 unit HP Nokia, 1 unit handphone (HP) Samsung Type J5 Prime, 1 unit R2 Honda Scoopy warna hitam BK 2075 WAF, 1 bh dompet kulit warna hitam, serta 1 buah tas sandang warna hitam.

Baca: Bermaksud “Berdamai” Dengan Petugas BNNK, Pria Ini Justru Diciduk OTT Saber Pungli Kota Siantar Karena Ketahuan Coba Menyuap

Keterangan BNNK Siantar:

Humas BNNK Siantar Joko Sirait menuturkan pelaku Irwan tidak datang sendiri, melainkan bersama seorang pria. 

"Yang bersangkutan datang ke kantor dengan membawa uang sebesar 60 juta untuk menyuap petugas. Mereka naik sepeda motor, temannya tidak ikut masuk ke dalam. Uang itu didalam plastik yang dibawanya (IMN) bersama sebuah tas sandang," ujarnya kepada hetanews.

Joko mengatakan, pihaknya menangkap IMN dan membawanya ke kos-kosan IMN. Kosan IMN beralamat di Jalan Pistol, Kecamatan Siantar Barat. Di sana, petugas mengamankan barang bukti narkoba serta penghuninya berjumlah 5 orang yang diduga hendak pesta narkoba.

"Dia (IMN) sudah kita ketahui merupakan pengedar, setelah diamankan berikut uang suap IMN kami bawa ke kosannya. Dari kosan petugas mengamankan 5 orang (3 pria dan 2 wanita). Ada juga ditemukan sabu, beratnya sekitar seperempat gram," terangnya.

Para pelaku dan barang bukti hasil pengembangan, kemudian dibawa petugas ke markas BNNK untuk diinterogasi. Dikatakan Joko, pelaku IMN telah mereka serahkan ke Polres Siantar.

"Yang lima orang saat ini berada dikantor BNNK, kita periksa berikut barang bukti sabu. Sedangkan pemberi suap tadi sudah dijemput petugas Polres (Siantar) dan uang suap ikut dibawa," ungkapnya.

Baca: Sindikat Pengedar Sabu Suap BNNK Siantar Rp 60 Juta

Penulis: bt. Editor: aan.